Sunday, 28 June 2020

Merelakan dan Berdamai dengan Diri Sendiri

Ada banyak keinginan yang berbuah kekecewaan. Ada banyak harapan yang berakhir keputusasaan. Pun ada banyak rencana yang berujung kegagalan. Adalah sebuah kewajaran jika dalam perjalanan kehidupan ini saya, anda dan mereka, menemukan tantangan, hambatan dan ujian. Yang perlu kita lakukan adalah terus berjalan sambil menggenggam harapan, mendekap keinginan dan melangkah dalam rencana-rencana yang dibuat agar menjadi kenyataan.

Berdamai dengan Diri Sendiri
Berdamai dengan diri sendiri


Adalah kita yang seharusnya berkaca. Memperhatikan mata dan mulut dikala berbicara. Bukan menuduh mereka yang telah menggagalkan rencana. Adalah kita yang sebaiknya mengkaji diri. Memaafkan diri sendiri dan berdamai dengan segala kegagalan, keterpurukan serta ketidakberhasilan.

Friday, 26 June 2020

Jurus The Power of Kepepet Saat Lomba Blog

The Power of Kepepet


Adakalanya segala sesuatu yang diharapkan tidak semulus dan selancar yang direncanakan. Ada saja sandungan-sandungan kecil yang dapat menghambat harapan dan rencana untuk menjadi kenyataan.

Dalam urusan ngeblog, saya paling termotivasi jika saja dapat mengikuti lomba-lomba blog. Gairah dan produktivitas menulis biasanya meningkat sehingga dalam waktu singkat bisa saja menghasilkan lebih dari seribu kata.

Thursday, 25 June 2020

Memuliakan Tamu dari Dunia Maya Malah Menjadi Tamu Terhormat di Dunia Nyata

Kisah ini adalah tentang pengalaman saya berhubungan dengan teman di dunia maya yang ternyata berbuah keberkahan dan kebaikan di dunia nyata. Saya selalu ingat sebuah nasihat untuk terus menjalin silaturahmi dan menghormati tamu. Kejadian ini terjadi pada tahun 2006 dimana pada waktu itu para blogger sedang seru-serunya ngeblog di platform Multiply. Selain Multiply waktu itu warganet sudah memanfaatkan fasilitas pertemanan via mailing list yahoogroups. Biasa disingkat milis saja.

Teman Dunia Maya
Saya dan teman-teman di Natuna


Adalah Mbak Lia asal Jogjakarta, teman ngeblog di Multiply yang juga sesama anggota milis di sebuah komunitas pegiat alam bebas Highcamp. Beliau sms saya dan mengabarkan akan berkunjung ke Batam dalam rangka bisnis. Sebenarnya saya akan sangat senang jika bisa menemui Mbak Lia. Selain ngeblog ia juga seorang perancang busana yang cukup terkenal di Jogja. Beberapa kali karya-karyanya pernah dipamerkan dan dikenakan oleh model-model ternama di Indonesia. Namun waktu itu saya sedang kerja masuk malam dan ini berarti jika saya menemui beliau, saya tidak akan tidur sepanjang siang sementara malamnya saya harus bekerja kembali. Selain itu saya belum pernah bertemu dengannya. Apa beliau dapat mengenali saya dan apakah akan secair di dunia maya?

Sunday, 21 June 2020

Membuat Warung Hidup dan Apotik Hidup di Halaman Rumah

Saya dan suami adalah orang-orang yang menyukai tanaman dan mendamba memiliki taman hijau di depan rumah. Sebatas suka saja tanpa usaha untuk menanam lebih banyak dan lebih efektif. Suami sering berharap saya yang mulai melakukan duluan sementara saya malah menunggu-nunggu suami membeli tanah hitam untuk ditempatkan di pot atau wadah tanam. Karena saling menunggu itulah keinginan kami lama belum juga terwujud.

Warung Hidup dan Apotik Hidup
Bunga rambat di dalam pot di depan rumah

Di Batam, tanahnya tidak begitu subur. Sebagian besar tanah di sini berwarna kemerahan karena mengandung bauksit. Oleh sebab itu, kebanyakan cara menanam bunga atau tanaman lainnya adalah dengan membeli tanah hitam terlebih dahulu di tempat jual bunga yang ada di pinggir-pinggir jalan. Biasanya satu karung seharga  Rp 10.000. Atau jika mau gratis, bisa saja mengambil tanah permukaan di hutan-hutan di sekitar Batam yang tak jauh dari tempat tinggal masing-masing.

Thursday, 18 June 2020

5 Barang yang Keluarga Kami Butuhkan Selama Pandemi Corona

Pandemi virus corona ini sungguh luar biasa. Mengubah tatanan kehidupan yang sudah kita bina berpuluh-puluh tahun lamanya menjadi seakan tiada arti. Membuat semua orang kembali ke cangkangnya, melakukan segala aktivitas di rumah saja. 

5 Barang yang dibutuhkan saat pandemi corona

Meskipun tidak termasuk golongan yang bekerja dari rumah, keluarga kecil kami tetap mengubah kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap sepele menjadi sesuatu hal wajib dan penting untuk dilaksanakan. Sesuai protokol kesehatan yang sudah didengung-dengungkan oleh pemerintah.   

Penyebaran yang masif dan tak pandang bulu membuat semua orang harus waspada. Berhati-hati dalam setiap hal agar tidak tertular oleh virus corona adalah usaha kita yang harus terus-menerus dilakukan. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali kita sebisa mungkin dalam kondisi yang bersih dan sehat.