Sunday, 22 September 2019

Ironi Kabut Asap dan Belantara Hutan yang Tergarap

Menanggapi situasi Indonesia yang kini sedang dilanda kabut asap, saya hanya mampu mengelus dada. Rasanya kesal, marah dan sedih namun tidak mampu berbuat apa-apa. Sebentuk kekecewaan ini saya tuangkan dalam puisi. Tidak bermakna apapun selain hanya ungkapan tentang kekesalan.

Puisi ini akan bertema tentang kabut asap. Sebentuk kecewa, ungkapan kekecewaan serta harapan di masa yang akan datang.




Ironi Kabut Asap dan Belantara Hutan yang Tergarap

Nanar mata menatap
Pada kampung dan kota yang terkepung asap
Pada langit yang tampak memucat 
Pada siang dan sore kami yang memekat

Tidakkah para pembakar punya nurani
Mengasihi hutan dan semua para penghuni
Yang terbakar, terdampar dan terkapar penuh ironi
Meregang nyawa meninggalkan alam badani

Wahai Tuan Sang Penguasa!
Tidakkah tuan terketuk rasa
Begitu banyak mahkluk yang binasa
Menyisakan tangis dan nelangsa yang sia-sia

Hari-hari kami jalani dengan penuh sesak
Menahan kesal dan tangis yang terisak
Meredam marah yang kian mendesak
Menatap hutan yang kian rusak

Kami hanya menggenggam secercah harapan 
Untuk dijemput di masa depan
Patutlah pula engkau hiraukan
Jika engkau makhluk Tuhan yang Dermawan

Bila hari kelak berganti
Dan musim kemarau makin mendekati
Hendaklah tuan berhati-hati
Segeralah bentuk tim yang berbakti

Saturday, 21 September 2019

Tips Mengosongkan Gelas saat Menuntut Ilmu

Para penuntut ilmu sejatinya adalah gelas-gelas kosong yang akan diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan. Para penuntut ilmu adalah gelas yang tak akan pernah penuh karena selalu haus dan haus akan keluasan ilmu. Gelas yang kelak akan mengisi kekosongan dengan lautan ilmu pengetahuan.

Lalu bagaimana caranya agar kita sebagai pembelajar selalu merasa haus akan ilmu, selalu merasa kurang dan selalu merasa belum cukup ilmu sehingga terus mencari dan melahap ilmu pengetahuan yang baik sehingga tidak merasa uzub, riya atau takabur akan ilmu yang sudah didapat.



Mengosongkan gelas fikiran untuk menerima transferan ilmu dari orang lain seharusnya dilakukan oleh semua orang yang senantiasa ingin memperoleh manfaat dari ilmu. Karena adab-adab dalam berilmu adalah menghormati guru si pemberi ilmu itu sendiri.

Ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat yang dapat teman-teman gunakan jika merasa bahwa setiap belajar kenapa tidak nempel-nempel. Kenapa susah sekali ilmu tersebut diingat dan dihafal. Berikut tips mengosongkan gelas fikiran dalam menuntut ilmu.

1. Berdo'a
Setiap melangkahkan kaki ke majelis ilmu, baik ilmu mengenai dunia maupun ilmu akhirat, senantiasa iringi oleh do'a. Memohon kepada Allah SWT agar ilmu tersebut terserap ke dalam kepala kita. Agar ilmu yang nanti kita peroleh dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat banyak.

2. Membuat keputusan dalam diri untuk menjadi pembelajar seumur hidup (a lifelong learner)
Jika di dalam hati dan fikiran telah tertanam bahwa kita seorang pembelajar yang haus akan ilmu, maka tidak ada lagi kesombongan pada diri sehingga menghalangi masuknya ilmu. Karena gelas yang sudah berisi tidak akan mampu lagi menampung air yang masuk. Maka selalu merasa kurang dan selalu merasa diri belum tahu apa-apa.

3. Berfikir bahwa orang lain lebih berilmu daripada diri kita
Merasa diri sudah tahu, akan menghalangi seseorang untuk mendapatkan ilmu yang mendalam. Jika seseorang sudah mendapatkan ilmu lalu merasa sudah cukup maka sesungguhnya ia telah menutup ilmu dengan pintu yang sulit ditembus. Membuka kembali keingintahuan dan pendapat orang lain akan ilmu yang sama, akan membuka pintu-pintu ilmu lainnya sehingga pengetahuan kita semakin mendalam.

4. Jadwalkan waktu untuk belajar
Selalu mempunyai waktu untuk terus menuntut ilmu dimanapun berada. Menjadwalkan waktu untuk belajar, akan senantiasa menanamkan bahwa diri ini selalu merasa perlu dan terus mempelajari berbagai hal yang bermanfaat.

5. Menyimak dengan benar
Seorang pembelajar apalabila menerima ilmu ia akan bahagia. Karena fikiran dan pengetahuannya terisi oleh nutrisi. Jika tubuh nutrisinya makanan, ruh oleh siraman rohani, maka akan diisi oleh ilmu. Menyimak dengan baik-baik yang diterangkan oleh guru/mentor/pembimbing adalah satu cara untuk mengosongkan gelas agar segera terisi.

itulah 5 tips dari saya semoga bermanfaat.

Friday, 20 September 2019

Asyiknya Siaran Menggunakan Podcast

Sudah lama saya mengetahui tentang podcast ini. Sewaktu kursus Bahasa Inggris dulu, saya biasa mengunduh beberapa podcast percakapan berbahasa Inggris dan mendengarkannya berkali-kali demi mengasah kemampuan hearing dan listening saya. Namun karena waktu itu handphone belum mendukung, dan minat belum terlalu kuat, maka saya pun tidak terlalu ingin membuat podcast.



Tertantang oleh tema ODOP Komunitas ISB hari ini tentang podcast, maka saya mulai mencari-cari cara bagaimana membuat podcast tersebut. Karena aplikasi yang populer sejak dulu dan saya kenal adalah soundcloud, maka saya pun mendaftar akun baru di soundcloud. Saya Pede saja akan langsung diterima. Namun ternyata salah besar. Berkali-kali memasukkan alamat email yang berbeda dan ganti-ganti browser agar supaya diterima pendaftaran kali ini, tetap saja tidak bisa. Duh frustasi.

Saya mendaftar menggunakan laptop. Sudah berganti dari chrome ke mozilla dan ganti email juga tetap pendafatar tidak berhasil. Email saya disangka oleh robot soundcloud sebagai spam. Duh gimana sih belum saja kita kenal sudah dianggap penjahat. Tega banget kamu ih. #drama

Ada satu langakah lagi yang belum saya coba. Daftar pakai handphone atau smartphone. Biasanya kalau pakai HP semua masalah sering segera teratasi. Dan baru nyoba sekali dua kali ternyata Alhamdulillah sudah berhasil. Ngetes langsung siaran walaupun tidak pakai backsound musik. Gpp namanya juga awalan ya. Sebagai pemula saya bangga bisa nggak ngulang walaupun di beebrapa kalimat ada yang lambat dan lupa haha. Lumayan deh buat pemula mah.

Inilah podcast perdana saya yang membahas tentang Pembukaan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batam yang diselenggarakan pada 20 September 2019 kemarin.




Nah itu podcast pertama saya jangan lupa mendengarkan dan follow ya. mana tahu kesukaan saya jadi penyiar radio bisa tercapai sekarang haha. Saya mau rajin-rajin rekaman ah mumpung sudah tahu caranya.

Bahagia banget nemu cara ini kok baru kali ini ya nyobain ih sebel banget. Bismillah saya mulai mengudara. 😃

Thursday, 19 September 2019

5 Merk Benda yang Membangkitkan Kenangan di Masa Kecil

Pernahkan teman-teman melihat satu benda kemudian mendadak ingat masa kecil dulu? Saya sering. Karena produk-produk atau benda itulah yang menyangkut di memori dan menajdi jembatan penghubung akan masa sekarang dan masa lalu.

Saya sangat bersyukur karena beberapa merk masa kecil dulu masih ada hingga sekarang. Ini yang selalu membuat saya senantiasa bersyukur kepada Allah SWt mengingat masa kecil yang indah dan bahagia. 



Sedikitnya ada 5 produk atau benda yang jika saya melihat saja sudah terbayang masa kecil dulu. Saya cenderung lebih ingat kepada merk yang dari dulu sampai sekarang masih survive bertahan di tengah persaingan global. Berikut ke-5 produk tersebut:

1. Pasta Gigi Pepsodent
Sejak kecil, ayah saya selalu rajin membeli pasta gigi Pepsodent. Namun ketika kemasan pepsodent berganti dari alumunium menjadi sejenis plastik, ayah yang tidak mengetahui bahwa itu kemasan terbaru menganggap bahwa pepsodent telah dipalsukan dan berhenti membeli pepsodent. Beliau bilang yang ini pepsodent palsu soalnya kemasannya beda. Hehe kalau ingat itu saya jadi suka tersenyum sendiri. Setelah beberapa lama pasta gigi yang lain pun ternyata kemasannya sama berubah menjadi kemasan yang seperti sekarang, menggunakan sejenis plastik. Mungkin karena semua sama, ayahpun kembali membeli pepsodent.Karena faktor kebiasaan, jadi kalau tidak sikat gigi pakai pepsodent itu malah terasa aneh saja. Dan ini malah menurun kepada anak saya. Dia tidak menyukai pasta gigi merk lainnya yang biasa untuk anak-anak, dia malah lebih suka menggunakan Pepsodent. Persis kakeknya.

2. Detergent Rinso
Ini detergent legendaris sekali. Semenjak saya balita kayaknya ibu sudah menggunakan Rinso sebagai detergent pembersih pakaian keluarga kami. Jadi karena brandingnya sudah begitu kuat, tatkala merk lain muncul pun tetap saja kalau beli di warung selalu bilang beli Rinso walaupun yang dibeli merk lain.

3. Susu SGM dan Dancow
Saya dan adik saya usianya selisih 3 tahun. Tapi sejak kecil ibu selalu menyiapkan susu yang sama untuk kami berdua. Susu SGM. Saya ingat sekali susu SGM kami wadahnya atau kemasannya dalam kaleng. Paling suka nyuri-nyuri susu yang masih dalam bentuk bubuk. Menyendok diam-diam lalu ditaruh di telapak tangan. Setelah habis kami menjilati telapak tangan sampai bersih karena susunya lengket ke telapak tangan. Setelah susu yang dibuat ibu terhidang kami segera menyeruput sampai habis. Jiak SGM habis, ibu suka membelikan kami susu Dancow juga. Gantian. Hanya dua merk itu saja. Keduanya kami tetap suka dan selalu habis kalau dibuatkan.

4. Kacang Polong (Kacang Goreng) 
Ayah saya seorang pedagang. Setiap pulang berjualan dari pasar, suka membeli makanan untuk kami. yang paling kami suka adalah kacang polong dan sukro. Kacang polong ini pewarnanya sangat banyak bahkan setiap kami makan dan maaf buang air besar, warnanya berubah jadi hijau. Saat itu kami menganggap biasa saja, tidak tahu apakah kacang tersebut mengandung pewarna alami atau buatan yang jelas rasanya enak dan kriuk. Nah sampai sekarang pun saya masih suka jajan kacang polong ini di warung kantin. Tiap membelinya yang ada di fikiran adalah ini oleh-oleh ayah sepulang dari berjualan di pasar.

5. Kue Kuping Gajah
Selain kacang polong dan sukro, Ayah juga suka membelikan kami oleh-oleh kue kuping gajah. Dan kami semua sangat menyukainya. Kami memakannya kadang dengan mematahkan bagian per bagian mengikuti alur spiral kuping gajah. Kadang berhasil kadang tidak. Kue ini tidak terlalu manis dan jika dimakan terasa kriuk. Bentuknya yang tipis dan lebar seperti daun bunga kuping gajah membuat masyarakat menyebutnya dengan sebutan kuping gajah juga.

Apakah teman-teman juga punya daftar benda atau barang yang jika disebutkan mampu membangkitkan  kenangan masa lalu, sama dengan saya?

Wednesday, 18 September 2019

Pentingnya Hidup Bersaing dan Punya Pesaing

Sejak sekolah baik SD, SMP, SMA maupun masa kuliah, saya tidak pernah merasa tertantang menjalani kegiatan belajar tanpa adanya persaingan. Bersaing dengan teman sekelas atau satu angkatan guna memperoleh nilai dan angka-angka pelajaran adalah hal yang menyenangkan dan selalu menggairahkan.



Persaingan menurut saya sangat penting agar seseorang mampu berkembang lebih baik. Bisa berusaha keras lagi supaya apa yang dia inginkan dapat tercapai. Bersaing dengan menjadikan kesuksesan seseorang sebagai target pencapaian tentu bukanlah sebuah aib. Banyak orang yang bangkit dari keterpurukan karena merasa ada saingan dan tertantang untuk mengalahkan saingan.

Banyak perusahaan besar di dunia yang lahir dari persaingan. Banyak orang besar di dunia terlahir melalui persaingan dalam dunia politik, ekonomi, sosial dan lainnya. Bahkan bukankah manusia itu sendiri sejak pertma kali diciptakan dari sel sperma laki-laki adalah dengan mengalahkan sel-sel para pesaingnya? Manusia yang lahir ke dunia adalah para pemenang. Maka bersaing untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang adalah fitrah manusia.

Dalam dunia usaha, persaingan sangatlah wajar. Persaingan usaha yang baik dan sehat dapat menimbulkan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan juga negara. Selain itu persaingan usaha dapat memberikan stimulus produktifitas ke dalam suatu perusahaan sehingga dapat mengembangkan berbagai temuan dan inovasi sehingga diperoleh barang dengan kualitas terbaik. Begitupun harga yang diciptakan akan lebih kondusif dan kompetitif. 

Persaingan juga membuat konsumen jadi mempunyai banyak pilihan dan alternatif dalam membeli suatu barang. Bisa mendapatkan kualitas terbaik dan juga harga terbaik. Begitu juga sebaliknya bagi para produsen akan menghasilkan barang yang selalu berpatokan pada kualitas terbaik yang akan memuaskan para pelanggan.

Dari sisi sumber daya manusia, persaingan akan menghasilkan SDM SDM yang mumpuni dan menguasai di bidangnya. Perusahaan, organisasi dan juga institusi akan mempunyai pegawai-pegawai yang kredibel dan cakap dalam bidangnya. Sehingga segala sesuatu akan ditangani secara baik dan profesional karena orang yang dipilih adalah orang-orang yang terbaik.

Di bidang olahraga, persaingan telah mencetak atlit-atlit dunia yang sangat berprestasi. Dari cabang olahraga apapun telah mencetak atlit terbaik dari setiap kompetisi yang digelar seperti olympiade dan kejuaran-kejuaraan internasional lainnya. Nama Indonesia pun telah berkali-kali diharumkan oleh para atlit nasional yang memenangkan berbagai perhargaan dalam cabang olahraga.

Dari bidang kebersihan dan lingkungan, berbagai award atau pernghargaan adalah sebuah stimulus dalam mendorong sebuah lembaga/institusi atau wilayah dan juga perorangan bersaing mendapatkan yang terbaik. Penghargaan seperti Kalpataru merupakan contoh award dari hasil persaingan di bidang lingkungan.

Persaingan di bidang ilmu pengetahuan akan menghasilkan teknologi yang maju. Smartphone yang kita pegang sekarang adalah sebuah produk yang lahir dari persaingan global. Persaingan perusahaan-perusahaan teknologi yang menciptakan alat komunikasi yang lebih smart.

Intinya bahwa persaingan sangat diperlukan dalam kehidupan ini sehingga manusia-manusia modern selalu berfikir dan berusaha untuk lebih maju dan lebih baik lagi. Sehingga tercipta sebuah kehidupan yang dalam berbagai hal merupakan puncak dari kecerdasan dan kepintaran manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.



Tuesday, 17 September 2019

Tips Agar Tidak Terjebak di Dunia Halu


Woooo Dasar halu loe! Apakah anda sering mendengar teman atau saudara berkata-kata seperti itu? Biasanya kalimat tersebut terungkap saat seseorang mengungkapkan hal-hal yang menurut orang lain tidak mungkin terjadi. Ketinggian. Bagai mimpi dan tidak akan mungkin terjadi di kemudian hari.



Halu dimaksudkan adalah halusinasi. Kebiasaan kita selalu menyingkat kata-kata yang kepanjangan sehingga mudah dan cepat diucapkan namun tetap maknanya masih bisa difahami. Maka kata halusinasi pun kerap disingkat menjadi halu karena dinilai kepanjangan jika digunakan dalam percakapan sehari-hari yang tidak resmi. Untuk paragraf selanjutnya, saya akan menggunakan kata halu saja agar teman-teman lebih fokus dengan maksud tulisan ini. Tidak membahas halusinasi dalam gejala fisik namun lebih ke psikis.

Jika hanya dalam taraf wajar dan tidak menjadi kebiasaan, tidak mengindikasikan gangguan psikis si pelaku dan juga orang lain, tidak juga merugikan secara materi si pelaku dan juga orang lain, maka halu ini masih tidak membahayakan. Seperti ungkapan pada paragraf di atas. Biasanya kata-kata halu ini digunakan pada sesuatu yang nyata tapi tidak mungkin. Misalnya saja. "Seandainya saja Lee Ming Ho jadi suami gue." maka spontan teman-teman di dekatnya akan bilang "Dasar halu Loe." 

Salah satu ciri seseorang yang terjebak ke dalam dunia halu, biasanya menginginkan sesuatu yang belum atau tidak mungkin ia miliki. Mendambakan sesuatu hal yang menurut kebiasaan dan ukuran kemampuan seseorang tidak akan terjadi atau tidak mungkin dilakukan. 

Keinginan yang berlebihan, tidak pandai bersyukur, tidak menerima atas apa yang diberikan oleh Sang Pencipta, biasanya mengawali tanda-tanda seseorang yang kena halu ini. Jadi apa saja agar seseorang tidak terjebak di dunia halu? Ada beberapa tips yang mungkin bisa menyembuhkan teman-teman yang sudah mulai merasa terjebak dunia halu ini.

1. Sadarilah bahwa Allah SWT Menciptakan Manusia Berbeda-beda 
Manusia diciptakan berbeda-beda dari semua hal. Ada yang kaya ada yang miskin. Ada yang cantik ada yang jelek. Ada yang tinggi ada yang pendek. Jika sejak awal seseorang menyadari bahwa Allah SWT menciptakan berbeda maka tidak lagi ada rasa iri atau keinginan yang berlebihan untuk menjadi seperti orang lain tanpa menilai bahwa ia belum mampu melakukannya. 

2. Perbedaan harus Dijadikan Pemacu dan Pemicu untuk Berubah Menjadi Lebih Baik
Menginginkan sesuatu hal harus disertai usaha. Jika menginginkan kehidupan yang lebih baik seperti melihat kehidupan yang dijalani orang lain, maka usaha harus dilakukan dengan kerja keras dan do'a. Jadikan perbedaan nasib dan keberuntungan orang lain menjadi pemacu untuk terus bekerja lebih giat lagi. Menjadi pemicu supaya selalu bersemangat untuk meraihnya.

3. Selalu Bersyukur atas Apa yang Telah Allah Anugerahkan kepada Kita   
Menjadi orang yang pandai bersyukur adalah salah satu kunci hidup bahagia. Menerima apapun yang telah dianugerahkan kepada kita dan mensyukurinya akan mendapati ketenangan dalam hati. 

4. Selalu Melihat ke Bawah
Besyukur atas apa yang kita peroleh dan membandingkan kehidupan dengan yang berada di bawah kita, akan senantiasa membuat kita merasa beruntung dan bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang telah Ia anugerahkan ke dalam hidup ini. Banyak orang sakit, sementara kita sehat. Banyak orang kemana-mana dengan berjalan kaki sementara kita berkendara. Banyak yang tidak mempunyai tempat tinggal sementara rumah kita sangat nyaman. 

5. Isi Waktu Luang dengan Berbagai Kegiatan
Melamun kerap kali membuat waktu terbuang. Berandai-andai menginginkan sesuatu yang belum dimiliki malah justru membuang waktu dan energi. Seharusnya waktu luang dimanfaatkan untuk kegiatan positif. Jangan biarkan waktu terbuang percuma dan sia-sia.

Monday, 16 September 2019

Bersikap Bijak Pada Penilaian Orang Lain Terhadap Kita



Ketika Bertemu Penilaian Negatif

Saya adalah tipe orang yang baperan. Apalagi jika ada yang menyinggung atau menyindir yang ditujukan kepada seseorang di grup whatsapp. Duuh yang ditembak orang lain tapi yang kena tembak dan tersinggung malah saya. Eh tidak saya saja sih, ada ramai orang juga yang tersinggung. Makanya saya paling sebel sama yang suka nyindir-nyindir di grup whatsapp. Harusnya jujur dan bilang secara gentle kalau dia tidak suka si ini atau si itu begini atau begitu. Beres deh. Setuju nggak setuju ya nggak harus selalu dapat persetujuan kan? Namanya saja sikap dan pendirian.

Ketika menemukan komentar negatif di blog sebelah di www.linasasmita.com saya lebih baper lagi. baper dan mulai merenung apa saya salah ya menuliskan tulisan tersebut sehingga orang ini menganggap saya lebay dan lainnya. Kadang demi pembaca, saya ulang lagi kata per kata, kalimat per kalimat agar tulisan tersebut nggak terasa lebay-lebay amat. Tapi kan itu gaya menulis saya. Yang nyaman untuk saya tulis. 

Karena masih penasaran dengan kualitas tulisan tersebut, lalu saya share di fb dan bertanya apa saya lebay? Ternyata jawaban teman-teman lainnya 100% tidak ada yang menyebut saya lebay. Tunggu! Mereka bilang begitu apa karena takut saya tersinggung atau merajuk? Entahlah. Dalam hati, saya merasa mereka jujur.


Ketika Bertemu Penilaian Positif

Secara alami, manusia cenderung suka dengan pujian dan defensif terhadap cacian makian atau hinaan. Nah ketika bertemu dengan sikap dan penilaian orang lain yang memuji, terkadang terselip rasa senang di dalam hati. Namun mendadak teringat kembali bahwa segala pujian kadang membawa kita lengah. Pujian terkadang ibarat racun yang manis. Ketika diminum manis namun setelah itu mematikan. Maka kita harus berhati-hati dengan pujian ini.

Diriwayatkan oleh Atha bin ABu Rabah bahwa ada seorang pria memuji orang lain di hadapan Ibu Umar (Ulamanya para sahabat. Beliau putra dari Umar bin Khattab). Ibnu Umar lalu menyiramkan pasir pada mulutnya dan berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika kalian melihat orang-orang yang doyan memuji maka siramkanlah pasir ke wajahnya." (Shahih) Ash Shahihah (912)

Maka berhati-hatilah dengan pujian dan penilaian orang yang berlebihan terhadap kita. Karena kalau kata Aa Gym, orang memuji itu karena mereka tidak tahu aib-aib kita. Seandainya Allah SWT membuka aib-aib kita, niscaya orang tersebut akan berbuat sebaliknya.

Maka tatkala dipuji dan mendapati orang-orang menilai sisi baik kita, selalu ingatlah bahwa Allah SWT sedang menutup aib-aib sehingga kita tidak terlena oleh pujian. Jadikan pujian dan hinaan sebagai cambuk untuk berbuat lebih baik dan lebih banyak lagi bagi kepentingan orang banyak.

Yang sedang saya fikirkan akhir-akhir ini adalah bagaimana menyikapi perasaan baper yang kadang melanda jika orang lain menghina atau menyepelekan. Karena perlu ilmu dan sabar yang akan membawa saya kepada kesuksesan bersikap menghadapi penilaian negatif dari orang lain ini.

Mungkin dengan pujian tidak terlalu berlebihan dan masih ada perasaan takut-takut. Namun terhadap cercaan saya belum bisa menanggapinya secara dewasa. Masih emosional dan reaksional. Bersikap defensif walaupun mungkin saya yang salah. 

Semoga dengan perlahan-lahan introspeksi diri, akan mengubah sikap saya yang reaktif menjadi lebih sabar dan tenang dalam menghadapi hal-hal yang kurang menyenangkan dalam kehidupan.

Apa teman-teman juga suka baperan kayak saya?

Merelakan dan Berdamai dengan Diri Sendiri

Ada banyak keinginan yang berbuah kekecewaan. Ada banyak harapan yang berakhir keputusasaan. Pun ada banyak rencana yang berujung kegagalan....