Sunday, 22 September 2019

Ironi Kabut Asap dan Belantara Hutan yang Tergarap

Menanggapi situasi Indonesia yang kini sedang dilanda kabut asap, saya hanya mampu mengelus dada. Rasanya kesal, marah dan sedih namun tidak mampu berbuat apa-apa. Sebentuk kekecewaan ini saya tuangkan dalam puisi. Tidak bermakna apapun selain hanya ungkapan tentang kekesalan.

Puisi ini akan bertema tentang kabut asap. Sebentuk kecewa, ungkapan kekecewaan serta harapan di masa yang akan datang.




Ironi Kabut Asap dan Belantara Hutan yang Tergarap

Nanar mata menatap
Pada kampung dan kota yang terkepung asap
Pada langit yang tampak memucat 
Pada siang dan sore kami yang memekat

Tidakkah para pembakar punya nurani
Mengasihi hutan dan semua para penghuni
Yang terbakar, terdampar dan terkapar penuh ironi
Meregang nyawa meninggalkan alam badani

Wahai Tuan Sang Penguasa!
Tidakkah tuan terketuk rasa
Begitu banyak mahkluk yang binasa
Menyisakan tangis dan nelangsa yang sia-sia

Hari-hari kami jalani dengan penuh sesak
Menahan kesal dan tangis yang terisak
Meredam marah yang kian mendesak
Menatap hutan yang kian rusak

Kami hanya menggenggam secercah harapan 
Untuk dijemput di masa depan
Patutlah pula engkau hiraukan
Jika engkau makhluk Tuhan yang Dermawan

Bila hari kelak berganti
Dan musim kemarau makin mendekati
Hendaklah tuan berhati-hati
Segeralah bentuk tim yang berbakti

Saturday, 21 September 2019

Tips Mengosongkan Gelas saat Menuntut Ilmu

Para penuntut ilmu sejatinya adalah gelas-gelas kosong yang akan diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan. Para penuntut ilmu adalah gelas yang tak akan pernah penuh karena selalu haus dan haus akan keluasan ilmu. Gelas yang kelak akan mengisi kekosongan dengan lautan ilmu pengetahuan.

Lalu bagaimana caranya agar kita sebagai pembelajar selalu merasa haus akan ilmu, selalu merasa kurang dan selalu merasa belum cukup ilmu sehingga terus mencari dan melahap ilmu pengetahuan yang baik sehingga tidak merasa uzub, riya atau takabur akan ilmu yang sudah didapat.



Mengosongkan gelas fikiran untuk menerima transferan ilmu dari orang lain seharusnya dilakukan oleh semua orang yang senantiasa ingin memperoleh manfaat dari ilmu. Karena adab-adab dalam berilmu adalah menghormati guru si pemberi ilmu itu sendiri.

Ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat yang dapat teman-teman gunakan jika merasa bahwa setiap belajar kenapa tidak nempel-nempel. Kenapa susah sekali ilmu tersebut diingat dan dihafal. Berikut tips mengosongkan gelas fikiran dalam menuntut ilmu.

1. Berdo'a
Setiap melangkahkan kaki ke majelis ilmu, baik ilmu mengenai dunia maupun ilmu akhirat, senantiasa iringi oleh do'a. Memohon kepada Allah SWT agar ilmu tersebut terserap ke dalam kepala kita. Agar ilmu yang nanti kita peroleh dapat bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat banyak.

2. Membuat keputusan dalam diri untuk menjadi pembelajar seumur hidup (a lifelong learner)
Jika di dalam hati dan fikiran telah tertanam bahwa kita seorang pembelajar yang haus akan ilmu, maka tidak ada lagi kesombongan pada diri sehingga menghalangi masuknya ilmu. Karena gelas yang sudah berisi tidak akan mampu lagi menampung air yang masuk. Maka selalu merasa kurang dan selalu merasa diri belum tahu apa-apa.

3. Berfikir bahwa orang lain lebih berilmu daripada diri kita
Merasa diri sudah tahu, akan menghalangi seseorang untuk mendapatkan ilmu yang mendalam. Jika seseorang sudah mendapatkan ilmu lalu merasa sudah cukup maka sesungguhnya ia telah menutup ilmu dengan pintu yang sulit ditembus. Membuka kembali keingintahuan dan pendapat orang lain akan ilmu yang sama, akan membuka pintu-pintu ilmu lainnya sehingga pengetahuan kita semakin mendalam.

4. Jadwalkan waktu untuk belajar
Selalu mempunyai waktu untuk terus menuntut ilmu dimanapun berada. Menjadwalkan waktu untuk belajar, akan senantiasa menanamkan bahwa diri ini selalu merasa perlu dan terus mempelajari berbagai hal yang bermanfaat.

5. Menyimak dengan benar
Seorang pembelajar apalabila menerima ilmu ia akan bahagia. Karena fikiran dan pengetahuannya terisi oleh nutrisi. Jika tubuh nutrisinya makanan, ruh oleh siraman rohani, maka akan diisi oleh ilmu. Menyimak dengan baik-baik yang diterangkan oleh guru/mentor/pembimbing adalah satu cara untuk mengosongkan gelas agar segera terisi.

itulah 5 tips dari saya semoga bermanfaat.

Friday, 20 September 2019

Asyiknya Siaran Menggunakan Podcast

Sudah lama saya mengetahui tentang podcast ini. Sewaktu kursus Bahasa Inggris dulu, saya biasa mengunduh beberapa podcast percakapan berbahasa Inggris dan mendengarkannya berkali-kali demi mengasah kemampuan hearing dan listening saya. Namun karena waktu itu handphone belum mendukung, dan minat belum terlalu kuat, maka saya pun tidak terlalu ingin membuat podcast.



Tertantang oleh tema ODOP Komunitas ISB hari ini tentang podcast, maka saya mulai mencari-cari cara bagaimana membuat podcast tersebut. Karena aplikasi yang populer sejak dulu dan saya kenal adalah soundcloud, maka saya pun mendaftar akun baru di soundcloud. Saya Pede saja akan langsung diterima. Namun ternyata salah besar. Berkali-kali memasukkan alamat email yang berbeda dan ganti-ganti browser agar supaya diterima pendaftaran kali ini, tetap saja tidak bisa. Duh frustasi.

Saya mendaftar menggunakan laptop. Sudah berganti dari chrome ke mozilla dan ganti email juga tetap pendafatar tidak berhasil. Email saya disangka oleh robot soundcloud sebagai spam. Duh gimana sih belum saja kita kenal sudah dianggap penjahat. Tega banget kamu ih. #drama

Ada satu langakah lagi yang belum saya coba. Daftar pakai handphone atau smartphone. Biasanya kalau pakai HP semua masalah sering segera teratasi. Dan baru nyoba sekali dua kali ternyata Alhamdulillah sudah berhasil. Ngetes langsung siaran walaupun tidak pakai backsound musik. Gpp namanya juga awalan ya. Sebagai pemula saya bangga bisa nggak ngulang walaupun di beebrapa kalimat ada yang lambat dan lupa haha. Lumayan deh buat pemula mah.

Inilah podcast perdana saya yang membahas tentang Pembukaan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batam yang diselenggarakan pada 20 September 2019 kemarin.




Nah itu podcast pertama saya jangan lupa mendengarkan dan follow ya. mana tahu kesukaan saya jadi penyiar radio bisa tercapai sekarang haha. Saya mau rajin-rajin rekaman ah mumpung sudah tahu caranya.

Bahagia banget nemu cara ini kok baru kali ini ya nyobain ih sebel banget. Bismillah saya mulai mengudara. 😃

Thursday, 19 September 2019

5 Merk Benda yang Membangkitkan Kenangan di Masa Kecil

Pernahkan teman-teman melihat satu benda kemudian mendadak ingat masa kecil dulu? Saya sering. Karena produk-produk atau benda itulah yang menyangkut di memori dan menajdi jembatan penghubung akan masa sekarang dan masa lalu.

Saya sangat bersyukur karena beberapa merk masa kecil dulu masih ada hingga sekarang. Ini yang selalu membuat saya senantiasa bersyukur kepada Allah SWt mengingat masa kecil yang indah dan bahagia. 



Sedikitnya ada 5 produk atau benda yang jika saya melihat saja sudah terbayang masa kecil dulu. Saya cenderung lebih ingat kepada merk yang dari dulu sampai sekarang masih survive bertahan di tengah persaingan global. Berikut ke-5 produk tersebut:

1. Pasta Gigi Pepsodent
Sejak kecil, ayah saya selalu rajin membeli pasta gigi Pepsodent. Namun ketika kemasan pepsodent berganti dari alumunium menjadi sejenis plastik, ayah yang tidak mengetahui bahwa itu kemasan terbaru menganggap bahwa pepsodent telah dipalsukan dan berhenti membeli pepsodent. Beliau bilang yang ini pepsodent palsu soalnya kemasannya beda. Hehe kalau ingat itu saya jadi suka tersenyum sendiri. Setelah beberapa lama pasta gigi yang lain pun ternyata kemasannya sama berubah menjadi kemasan yang seperti sekarang, menggunakan sejenis plastik. Mungkin karena semua sama, ayahpun kembali membeli pepsodent.Karena faktor kebiasaan, jadi kalau tidak sikat gigi pakai pepsodent itu malah terasa aneh saja. Dan ini malah menurun kepada anak saya. Dia tidak menyukai pasta gigi merk lainnya yang biasa untuk anak-anak, dia malah lebih suka menggunakan Pepsodent. Persis kakeknya.

2. Detergent Rinso
Ini detergent legendaris sekali. Semenjak saya balita kayaknya ibu sudah menggunakan Rinso sebagai detergent pembersih pakaian keluarga kami. Jadi karena brandingnya sudah begitu kuat, tatkala merk lain muncul pun tetap saja kalau beli di warung selalu bilang beli Rinso walaupun yang dibeli merk lain.

3. Susu SGM dan Dancow
Saya dan adik saya usianya selisih 3 tahun. Tapi sejak kecil ibu selalu menyiapkan susu yang sama untuk kami berdua. Susu SGM. Saya ingat sekali susu SGM kami wadahnya atau kemasannya dalam kaleng. Paling suka nyuri-nyuri susu yang masih dalam bentuk bubuk. Menyendok diam-diam lalu ditaruh di telapak tangan. Setelah habis kami menjilati telapak tangan sampai bersih karena susunya lengket ke telapak tangan. Setelah susu yang dibuat ibu terhidang kami segera menyeruput sampai habis. Jiak SGM habis, ibu suka membelikan kami susu Dancow juga. Gantian. Hanya dua merk itu saja. Keduanya kami tetap suka dan selalu habis kalau dibuatkan.

4. Kacang Polong (Kacang Goreng) 
Ayah saya seorang pedagang. Setiap pulang berjualan dari pasar, suka membeli makanan untuk kami. yang paling kami suka adalah kacang polong dan sukro. Kacang polong ini pewarnanya sangat banyak bahkan setiap kami makan dan maaf buang air besar, warnanya berubah jadi hijau. Saat itu kami menganggap biasa saja, tidak tahu apakah kacang tersebut mengandung pewarna alami atau buatan yang jelas rasanya enak dan kriuk. Nah sampai sekarang pun saya masih suka jajan kacang polong ini di warung kantin. Tiap membelinya yang ada di fikiran adalah ini oleh-oleh ayah sepulang dari berjualan di pasar.

5. Kue Kuping Gajah
Selain kacang polong dan sukro, Ayah juga suka membelikan kami oleh-oleh kue kuping gajah. Dan kami semua sangat menyukainya. Kami memakannya kadang dengan mematahkan bagian per bagian mengikuti alur spiral kuping gajah. Kadang berhasil kadang tidak. Kue ini tidak terlalu manis dan jika dimakan terasa kriuk. Bentuknya yang tipis dan lebar seperti daun bunga kuping gajah membuat masyarakat menyebutnya dengan sebutan kuping gajah juga.

Apakah teman-teman juga punya daftar benda atau barang yang jika disebutkan mampu membangkitkan  kenangan masa lalu, sama dengan saya?

Wednesday, 18 September 2019

Pentingnya Hidup Bersaing dan Punya Pesaing

Sejak sekolah baik SD, SMP, SMA maupun masa kuliah, saya tidak pernah merasa tertantang menjalani kegiatan belajar tanpa adanya persaingan. Bersaing dengan teman sekelas atau satu angkatan guna memperoleh nilai dan angka-angka pelajaran adalah hal yang menyenangkan dan selalu menggairahkan.



Persaingan menurut saya sangat penting agar seseorang mampu berkembang lebih baik. Bisa berusaha keras lagi supaya apa yang dia inginkan dapat tercapai. Bersaing dengan menjadikan kesuksesan seseorang sebagai target pencapaian tentu bukanlah sebuah aib. Banyak orang yang bangkit dari keterpurukan karena merasa ada saingan dan tertantang untuk mengalahkan saingan.

Banyak perusahaan besar di dunia yang lahir dari persaingan. Banyak orang besar di dunia terlahir melalui persaingan dalam dunia politik, ekonomi, sosial dan lainnya. Bahkan bukankah manusia itu sendiri sejak pertma kali diciptakan dari sel sperma laki-laki adalah dengan mengalahkan sel-sel para pesaingnya? Manusia yang lahir ke dunia adalah para pemenang. Maka bersaing untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pemenang adalah fitrah manusia.

Dalam dunia usaha, persaingan sangatlah wajar. Persaingan usaha yang baik dan sehat dapat menimbulkan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan juga negara. Selain itu persaingan usaha dapat memberikan stimulus produktifitas ke dalam suatu perusahaan sehingga dapat mengembangkan berbagai temuan dan inovasi sehingga diperoleh barang dengan kualitas terbaik. Begitupun harga yang diciptakan akan lebih kondusif dan kompetitif. 

Persaingan juga membuat konsumen jadi mempunyai banyak pilihan dan alternatif dalam membeli suatu barang. Bisa mendapatkan kualitas terbaik dan juga harga terbaik. Begitu juga sebaliknya bagi para produsen akan menghasilkan barang yang selalu berpatokan pada kualitas terbaik yang akan memuaskan para pelanggan.

Dari sisi sumber daya manusia, persaingan akan menghasilkan SDM SDM yang mumpuni dan menguasai di bidangnya. Perusahaan, organisasi dan juga institusi akan mempunyai pegawai-pegawai yang kredibel dan cakap dalam bidangnya. Sehingga segala sesuatu akan ditangani secara baik dan profesional karena orang yang dipilih adalah orang-orang yang terbaik.

Di bidang olahraga, persaingan telah mencetak atlit-atlit dunia yang sangat berprestasi. Dari cabang olahraga apapun telah mencetak atlit terbaik dari setiap kompetisi yang digelar seperti olympiade dan kejuaran-kejuaraan internasional lainnya. Nama Indonesia pun telah berkali-kali diharumkan oleh para atlit nasional yang memenangkan berbagai perhargaan dalam cabang olahraga.

Dari bidang kebersihan dan lingkungan, berbagai award atau pernghargaan adalah sebuah stimulus dalam mendorong sebuah lembaga/institusi atau wilayah dan juga perorangan bersaing mendapatkan yang terbaik. Penghargaan seperti Kalpataru merupakan contoh award dari hasil persaingan di bidang lingkungan.

Persaingan di bidang ilmu pengetahuan akan menghasilkan teknologi yang maju. Smartphone yang kita pegang sekarang adalah sebuah produk yang lahir dari persaingan global. Persaingan perusahaan-perusahaan teknologi yang menciptakan alat komunikasi yang lebih smart.

Intinya bahwa persaingan sangat diperlukan dalam kehidupan ini sehingga manusia-manusia modern selalu berfikir dan berusaha untuk lebih maju dan lebih baik lagi. Sehingga tercipta sebuah kehidupan yang dalam berbagai hal merupakan puncak dari kecerdasan dan kepintaran manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.