Thursday, 12 September 2019

Cara Menghentikan Bullying kepada Orang Lain



Di beberapa komunitas yang saya ikuti, terkadang ada saja satu dua orang yang memiliki sifat ajaib. Yang kerap membuat anggota komunitas lainnya tidak nyaman dan mengerutkan dahi. Seseorang yang akan menjadi bahan omongan di belakang grup, yang keanehan-keanehannya akan dirumpikan setiap kopdar. Yang karenanya, pembicaraan jadi asyik karena ghibah memang sulit dicegah. Mengalir begitu saja hingga semua aib-aibnya terkupas terkelupas secara rinci.



Bagi anggota komunitas yang tipe pemaaf, maka si orang yang memiliki sifat ajaib ini dianggap angin lalu saja, mereka dapat memaklumi. Namun bagi tipe pendendam, atau tipe iseng, atau tipe yang suka mencari-cari kesalahan orang lain, maka siap-siap saja untuk si tipe manusia ajaib ini akan di-bully habis-habisan. Di-bully secara verbal siang malam baik online maupun offline.

Pernah ada satu orang teman yang melakukan kesalahan sepele tidak menyapa teman-temannya yang baru datang di satu acara gathering. Mungkin dia sedang ada masalah atau lagi bad mood sehingga tidak sempat menyapa yang lain. Namun teman-temannya tidak terima dan menganggap dia sombong lalu mem-bully dengan cara menyindir-nyindirnya di grup. Yang lain yang tidak merasa, malah jadi ikut tersinggung. Namanya nyinyir di grup, ibarat satu yang ditembak ternyata yang tertembak kena semua. Saya merasa hal ini sudah tidak wajar lagi. Grup jadi tidak sehat karena penuh dengan nyinyiran.

Kesalahannya sepele, namun dendam berlanjut. Apapun yang dilakukannya selalu saja dibicarakan dan di-ghibahin. Sebelnya, saya jadi ikut terseret ke lingkaran itu lalu ikut-ikutan untuk tidak menyukainya. Karena merasa di-bully terus-terusan, maka dia pun menghilang dan jarang muncul di komunitas. Saya jadi curiga apa hal itu karena teman-teman lain suka menyindir dan nyinyir kepadanya.

Suatu saat saya merenung, kenapa saya tidak menyukai orang ini? Padahal dia tidak ada masalah dengan saya. Dia bermasalah dengan teman-teman saya. Lalu kenapa saya jadi tidak menyukainya dan cenderung ingin membuat dia terpojok? Dari sini saya menyadari bahwa saya terhasut. Ya, hasutan yang pelan-pelan dan tidak kelihatan. Ketika membaca tulisan orang lain yang tidak menyukai seseorang, menjelek-jelekkan seseorang, saya yang membacanya jadi turut menyetujui dan mengaminkan padahal belum tentu hal itu benar.

Perlahan saya mulai menjernihkan fikiran dengan tidak turut ikut campur jika orang lain mem-bully si teman ini. Terkadang saya memberikan pertanyaan yang memancing teman-teman yang tukang bully berfikir. "Kalau begitu memang kenapa? Toh tidak merugikan kamu kan?" Lalu menerangkan bahwa dia juga punya sisi baik. Selain itu menerangkan juga bahwa dia aneh mungkin saja karena melalui masa kecil atau masa remaja yang beda dengan kita. Mungkin masa lalunya perih atau ada luka lama sehingga tidak bisa sembuh dan membuat perilakunya agak beda dengan kita. Berusahalah melihat sisi baiknya. Berusahalah melihat sisi buruk kita.

Setiap teman-teman lain mem-bully-nya, saya berusaha untuk mencegah dan membelanya. Mengeluarkan berbagai nasihat yang ternyata ampuh untuk menggiring opini positif pada diri saya. Sekalian menasihati diri sendiri yang kadang sama juga dengan yang lain. Hobby ngomongin orang. Perlahan ternyata itu efektif. Teman-teman lainnya satu per satu berhenti mem-bully

Bersyukur, sekarang teman itu pun mulai muncul dan sering berinteraksi dengan kami seperti semula.

Kesimpulannya, jika ada teman mem-bully seseorang, dicari tahu kenapa dia sampai nge-bully. Dicari penyebabnya lalu dicarikan solusinya. Bukan ikut-ikutan mem-bully karena merasa teman itu benar. Berfikir jernih, kosongkan hati dan fikiran. Telaah apakah diri ini sudah lebih baik darinya atau bahkan lebih buruk. 

Dalam menyelesaikan masalah bully mem-bully ini, kita harus pintar-pintar menyiasati agar kedua belah pihak berdamai dan saling memaafkan. Kalau istilah dalam bahasa Sundanya, "Caina herang laukna beunang" (Airnya bening, ikannya dapat). Artinya dapat menyelesaikan masalah tanpa merugikan siapapun. Semuanya selesai dan baik-baik saja.

Wednesday, 11 September 2019

Mendamba Trekking di Gunung Pinatubo Filipina



Sejak kecil saya seorang penyuka gunung. Rasa suka yang kemudian berubah menjadi hobby. Ya, saya jadi kecanduan mendaki gunung dan telah menjalani hobby ini selama 21 tahun terakhir. Dulu setiap mendapatkan cuti tahunan, tidak ada tempat yang saya tuju untuk berlibur selain gunung dan gunung.Namun seiring bertambahnya usia dan tanggung jawab terhadap keluarga, kegiatan mendaki gunung ini perlahan mulai berkurang.

Namun, masih ada beberapa gunung yang jadi PR besar untuk didaki (tentunya selain Gunung Everest di Nepal). Salah satunya adalah Gunung Pinatubo di Filipina. Negara yang berbatasan dengan Indonesia ini memiliki beberapa gunung berapi aktif yang kondisi alamnya hampir sama persis dengan gunung-gunung berapi di Indonesia. 

Gunung Pinatubo. Sumber foto: https://dealgrocer.com
Filipina sudah lama menjadi wish list sebagai negara yang ingin saya kunjungi karena alasan di atas. Meskipun memiliki bentang alam dan pemandangan yang hampir mirip dengan Indonesia, namun tetap saja hiking dan traveling ke sana akan memiliki cerita unik tersendiri. Terlebih setelah menonton sinetron Filipina yang booming tempo hari di MNC Tv yang berjudul Pangako Sayo. Tambah penasaran ingin segera ke sana.

Saya mengetahui pertama kali tentang Gunung Pinatubo dari liputan film dokumenter National Geographic. Dan dibuat takjub dengan ledakan yang maha dahsyat yang disebabkan oleh letusan gunung ini. Satu dari dua letusan gunung terbesar yang terjadi pada abad modern.

Menurut catatan U.S Geological Survey, pada tanggal 16 Juli 1990 terjadi gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang melanda wilayah sekitar 100 kilometer Timur Laut Gunung Pinatubo di Pulau Luzon, Filipina. Yang mengguncang dan meremas kerak bumi yang ada di bawah Gunung Pinatubo. Gempa bumi besar ini menyebabkan tanah longsor, beberapa gempa lokal, dan peningkatan emisi uap dari daerah panas bumi yang sudah ada sebelumnya.

Pada bulan Maret dan April 1991, batuan cair (magma) yang naik ke permukaan lebih dari 20 mil (32 kilometer) di bawah Pinatubo memicu gempa bumi kecil dan menyebabkan ledakan uap yang kuat yang menghancurkan tiga kawah di sisi utara gunung berapi. Ribuan gempa bumi kecil terjadi di bawah Gunung Pinatubo hingga April, Mei, dan awal Juni. Beribu-ribu ton gas sulfur dioksida berbahaya juga dipancarkan oleh gunung berapi.

Dari tanggal 7 hingga 12 Juni, magma pertama mencapai permukaan Gunung Pinatubo. Karena telah kehilangan sebagian besar gas yang terkandung di dalamnya, dalam perjalanan ke permukaan magma mengalir keluar untuk membentuk kubah lava tetapi tidak menyebabkan letusan eksplosif.

Pada tanggal 12 Juni  tepat di Hari Kemerdekaan Filipina, jutaan meter kubik magma bermuatan gas mencapai permukaan dan meledak dalam letusan spektakuler pertama Gunung Pinatubo.

Ketika magma bermuatan gas
naik lebih tinggi hingga mencapai permukaan Pinatubo pada 15 Juni, gunung berapi itu meledak dalam letusan dahsyat yang mengeluarkan lebih dari 1 mil kubik (5 kilometer kubik) material. Awan abu dari puncak letusan tersebut naik  membumbung tinggi hingga 35 kilometer ke udara.

Abu pun bertiup ke segala arah dibawa oleh angin siklon yang kuat dari topan yang terjadi secara kebetulan. Dan angin di ketinggian yang lebih tinggi lagi meniupkan abu ke barat daya. Selimut abu vulkanik yang berisi pasir dan butiran-butiran mineral vulkanik dan kaca juga batu apung lapili (kerikil berbusa) menyelimuti pedesaan. Abu halus jatuh sejauh Samudra Hindia, dan satelit melacak awan abu beberapa kali di seluruh dunia.

Longsoran besar abu panas, gas, dan pecahan batu apung (aliran piroklastik) meraung di sisi Gunung Pinatubo, mengisi lembah yang dalam sekali dengan endapan vulkanik segar setebal 200 meter.
Menghapus begitu banyak magma dan batu dari bawah gunung berapi sehingga puncak runtuh untuk membentuk depresi vulkanik besar  atau kaldera seluas 2,5 kilometer.

Kerugian ekonomi dari letusan ini terhitung mencapai 8 miliar peso atau hampir Rp 2 triliun rupiah. Selain itu, 2,1 juta penduduk Filipina kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Hutan seluas 150 km persegi  pun rusak parah dan sekitar 800 km persegi lahan pertanian gagal panen. 

Menyimak cerita dibalik meletusnya Gunung Pinatubo ini saya takjub campur ngeri. Sungguh bencana-bencana seperti ini begitu dahsyat. Bagaimana pula kelak akhir zaman dimana gunung-gunung beterbangan bagai kapas yang ditiup angin. Bagaimana langit terbelah dan tergulung bagai selembar kertas.

Berkunjung ke gunung kerap membuat hati saya selalu mengingat akan kebesaran-Nya. Oleh sebab itu kegiatan seperti ini sering saya rindukan karena sedikit banyaknya jadi berusaha untuk mentadabburi alam.

Tuesday, 10 September 2019

5 Keistimewaan Bung Hatta Sosok Pahlawan Inspiratif Bangsa Indonesia

Semasa SMA, saya rajin mengunjungi perpustakaan. Setiap jam istirahat, setelah makan di kantin saya selalu menyempatkan diri untuk membaca buku di perpustakaan. Meskipun kadang bacaannya membosankan, namun sekuat tenaga terus membaca sampai bel masuk berbunyi. Meskipun kadang terkantuk-kantuk saat membacanya. 

Buku sejarah dan biografi adalah dua tema buku bacaan yang saat itu saya sukai. Buku biografi yang tamat saya baca dari awal sampai akhir adalah buku biografi Bapak Proklamator Indonesia Muhammad Hatta. Selalu kagum  dengan sosok pahlawan satu ini. Keluasan ilmunya, kefasihan diplomasinya, kekuatan akan prinsip-prinsip yang ia pegang teguh dalam hidupnya, sungguh menjadi teladan yang patut ditiru oleh segenap warga negara Indonesia ini.



Setidaknya ada 5 hal dari kepribadian Mohammad Hatta yang membuat saya sangat kagum dan menaruh hormat luar biasa. Apa saja? Yuk baca di tulisan di bawah ini!

1.   Sebagai Bapak proklamator Bangsa
Bersama Ir. Soekarno, beliau merupakan Bapak Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Perannya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia secara diplomatis dari penjajahan Belanda sangat berpengaruh besar sehingga beberapa perundingan berhasil ia pimpin dan membawa keuntungan yang besar bagi bangsa Indonesia. Bersama Ir. Soekarno, beliau menjadi salah satu anggota BPUPKI yang menjadi cikal bakal terciptanya kemerdekaan Negara Indonesia.

2.   Komitmen yang tinggi pada demokrasi di Indonesia
Mohammad Hatta yang mempunyai nama lahir Mohammad Athar ini adalah sosok yang sangat berkomitmen terhadap demokrasi di Indonesia. Beliaulah yang mengeluarkan Maklumat X yang menjadi tonggak awal demokrasi Indonesia. Maklumat ini yang mendorong pembentukan partai-partai politik sebagai bagian dari demokrasi dan dikeluarkan untuk persiapan rencana penyelenggaraan pemilu. Dengan demikian,  Maklumat yang dikeluarkan pada 3 November 1945 ini dapat disebut sebagai tonggak awal terbentuknya demokrasi di Indonesia.

3.   Pemikir di Bidang Ekonomi sehinga dijuluki Bapak Koperasi
Di bidang ekonomi, pemikiran dan sumbangsih beliau terhadap perekonomian khususnya perkembangan koperasi membuat ia dijuluki sebagai Bapak Koperasi. Ia memikirkan bagaimana usaha-usaha kecil dapat berkembang dan memiliki daya jual tinggi sehingga disalurkan melalui koperasi-koperasi yang nantinya akan membangun perekonomian Indonesia dari bawah.

4.   Pencinta Buku
Pada saat beliau dibuang Belanda ke Digul Papua karena berurusan dengan masalah politik, beliau membawa serta semua buku-bukunya. Begitupun saat dipindahkan dari Digul ke Banda Neira, buku-buku itu turut menemaninya ke pengasingan.

  5. Disiplin dalam segala aspek
     Sejak kecil, Hatta selalu disiplin. Bahkan hingga dewasa dan menjadi seorang perdana menteri. Salah satu contohnya adalah ia sangat disiplin terhadap penggunaan kendaraan dinas. Sewaktu akan menjemput ibunya saja Hatta menyuruh saudaranya untuk menyewa mobil bukan menggunakan mobil dinasnya. Beliau bilang kalau mobil itu adalah mobil negara, jadi tidak patut untuk digunakan bagi kepentingan pribadi.

Sebenarnya masih banyak sisi positif yang saya kagumi dari beliau. Namun saya lupa detailnya dan takut salah maklum sudah lama tidak membaca kembali biografinya. Ada banyak teladan yang dapt kita petik dari seorang Hatta. Keikhlasan dan kesungguhannya dalam berjuang perlahan kita nikmati sekarang. Semoga saja kita sebagai warga negara yang baik dapat mengambil pelajaran dari nilai-nilai kepahlawanan Mohammad Hatta.





Monday, 9 September 2019

Kenangan Masa Kecil yang Paling berharga

Saya baru menyadari betapa indahnya masa kecil ketika sudah berada jauh dari kampung halaman. Ketika satu per satu kenangan akan masa lalu kembali diputar ulang dalam ingatan. Biasanya, memori akan masa kecil akan terputar kembali tatkala menghadapi rumitnya masalah pekerjaan di kantor atau masalah lainnya di komunitas-komunitas yang saya ikuti.

Capung
Capung di sawah dekat rumah di kampung halaman.


Jika mengingat masa kecil, saya bersyukur betapa bahagianya hidup saya dulu meskipun secara ekonomi terbilang biasa-biasa saja. Namun hari-hari yang dijalani terisi dengan aktivitas-aktivitas positif seperti main dan belajar. Sekolah, main, mengaji. Rutinitas yang selalu membuat malam ingin segera berlalu. Ingin kembali ke sekolah karena teman-teman di sekolah yang menyenangkan. Ingin lekas bermain karena permainan kami seru-seru dan ingin segera mengaji karena saat mengaji juga tak lepas untuk bermain dan main hehe.

Selama usia Sekolah Dasar, saya memang puas bermain. Pulang sekolah langsung main ke rumah teman. Atau gantian teman yang main ke rumah saya. Sekedar main amsak-masakan atau menangkap capung di pematang sawah. Saking asyiknya main, bahkan kadang lupa makan. Mandi pun harus sama-sama dengan teman, mandi bareng di pancuran. Saat mandi pun tetap saja main air sampai biru kedinginan. 

Beberapa permainan yang ternyata membuat kami semakin hari semakin matang dalam berfikir diantaranya main petak umpet, main kucing-kucingan, main galah, tatarucingan (tebak-tebakan), juga main masak-masakan. Lucunya saya dan teman-teman pernah juga main keluarga-keluargaan. Pura-pura menikah (waktu itu pengantin prianya adalah sepupu saya). Ceritanya saya hamil, hamil mengandung boneka kecil yang dililitkan menggunakan kain di perut. Terus ada paraji (dukun anak) yang membantu persalinan saya. Hahaha. Kalau ingat itu saya ngakak banget. Saat itu saya juga menyusui boneka itu. Sepupu saya yang pura-pura jadi suami, dia kemudian pergi untuk bekerja. Saya dan teman-teman adalah peniru ulung. Percakapan orang dewasa saat itu sering kami tirukan dan asyik saja untuk jadi bahan permainan kami. Membuat rumah-rumahan, membuat dapur, membuat kompor, makanan, belanjaan, dan segala jenis kegiatan orang dalam keseharian kami jadikan permainan atau pura-pura. Lumayan kreatif.

Karena bermain-main seperti ini pulalah maka ketika tumbuh besar kemudian menikah, hamil dan melahirkan, saya tidak gugup menghadapi persalinan ditambah lagi banyak-banyak bertanya dan membaca. Di otak saya selalu merasa bahwa hal-hal itu biasa dan akan mudah saya lewati. Dan ternyata Alhamdulillah semuanya lancar. 

Selain 3 kegiatan masa kecil yang rutin di atas yakni sekolah, bermain dan mengaji, kenangan lainnya yang paling melekat adalah sering diajak nenek ke kebunnya. Mencabut rumput teki, memanen wortel, singkong, bengkoang, buncis dan sayuran lainnya yang nenek tanam di kebunnya. Dari nenek pula saya mengenal nama-nama rempah, sayuran dan palawija. Selain itu saya juga tipe anak yang kepo sehingga semua hal ditanya. Sementara itu nenek tipe orang yang mudah bercerita dan suka mendongeng. Klop. Jadinya saya banyak mengetahui hal-hal yang cucu nenek lain tidak ketahui. Apalagi saya sering menemani nenek tidur di rumahnya. Sebelum tidur, saya suka sekali mendengarkan nenek bercerita panjang lebar tentang masa lalu. 

Padi di sawah. Satu hal yang kerap menerbangkan ingatan ke masa kecil


Herannya ingatan nenek masih kuat sekali. Beliau masih ingat saat sekolah di zaman Belanda. Lalu masa-masa genting  zaman perjuangan, zaman gerombolan DI/TII dan zaman munculnya PKI. Begitu juga pada masa-masa pemerintahan Presiden Sukarno dan Suharto. Ingatan nenek masih baik dan mampu menceritakan dengan runut peristiwa-peristiwa yang terjadi. Karena hal itulah saya jadi menyukai pelajaran sejarah di sekolah. Apa yang diceritakan nenek ternyata banyak kesamaan dengan yang saya dapat di bangku sekolah.

Kenangan masa kecil lainnya yang paling melekat di ingatan saya adalah bermain di sawah. Bermain-main di pematang sawah sambil memperhatikan kegiatan para petani mulai dari menyemai benih, mengikat bibit padi yang sudah tumbuh, menyangkul, membajak sawah, menandur, mengairi, hingga memanen. Semua kegiatan di sawah ini saya masih menyimpannya dengan  baik di dalam memori. Makan bersama di tepi sawah adalah hal teristimewa yang selalu saya rindukan. Bersama sepiring nasi liwet, goreng ikan asin, sambal, lalapan dan kerupuk. 

Sepertinya tak cukup waktu seharian untuk menuliskan cerita tentang masa kecil saya yang Alhamdulillah terukir bahagia. Ada banyak peristiwa menyenangkan lainnya yang satu-satu mulai saya ingat kembali ketika paragraf pertama dan kedua dituliskan. 

Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa masa kecil saya yang lengkap dan bahagia ternyata merupakan bekal dan persiapan dari Allah SWT untuk saya dalam menghadapi kesulitan hidup di masa yang akan datang. Dukungan keluarga, kasih sayang orang tua dan saudara serta bekal dasar agama yang kuat, ternyata merupakan bekal sehingga saya mampu bertahan dan menjalani hidup bahagia hingga sekarang. Alhamdulillah.