Labels

Saturday, 1 August 2020

Tips Berkomunikasi dengan Generasi Z dalam Dunia Kerja


Di lingkungan pekerjaan saya dimana sebagian besar karyawannya berstatus kontrak dengan rentang usia antara 18-23 tahun, tentu mempunyai permasalahan-permasalahan tersendiri yang berbeda cara mengatasinya dengan permasalahan-permasalahan di 10-20 tahun sebelumnya dimana yang dihadapi adalah orang-orang yang berbeda generasinya. Hal ini tentu disebabkan karena di masa sekarang angkatan kerja yang masuk ke perusahaan adalah mereka para Generasi Z atau Gen Z.

Tips Berkomunikasi dengan Gen Z
Team Work

Apa itu Gen Z? Gen Z adalah mereka yang tumbuh sangat terhubung dengan teknologi, bahkan sejak saat mereka baru menyadari tentang dirinya sendiri. Karakteristik Generasi Z sangat menarik dan spesifik. Generasi Z merupakan generasi yang keranjingan bermain game dan musik. Mereka juga dikenal sebagai orang-orang yang selalu hadir di internet, jejaring sosial, dan di sistem seluler. Mereka benar-benar "Anak Digital". Gen Z  cenderung peduli dengan tren, tetapi juga cepat untuk meneliti isu-isu utama.

Gen Z didefinisikan sebagai mereka yang tahun kelahirannya kira-kira antara tahun 1995 hingga 2010. Itu berarti di 2020 ini rentang usia mereka ada diantara 10-25 tahun. Sementara itu kelahiran Gen Y berkisar sekitar 1981 hingga 1994. Orang tua dari Generasi Z biasanya orang-orang di Generasi X dan Y yang berkakek nenek dari Silent Generation (Kelahiran 1925-1945).

Bagaimana Berkomunikasi dan Bekerjasama dengan Gen Z?


Di lingkungan pekerjaan saya yang secara praktis dijalankan oleh Gen Z namun dikendalikan oleh Gen X dan Gen Y, terkadang menemukan beberapa hambatan yang cukup mengganggu. Namun dengan komunikasi yang terus dibangun dan semangat memperbaiki kondisi untuk menjadi lebih baik secara terus menerus, pada akhirnya hambatan tersebut dapat diselesaikan dengan segera.

Ada beberapa cara improvisasi dan komunikasi yang kami lakukan dengan Gen Z yang berhubungan dengan pekerjaan. Beberapa poin ini telah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan juga kebiasaan mereka, seperti misalnya:
  1. Berkomunikasi kepada mereka lebih sering dengan menggunakan visual, misalnya pada modul training untuk karyawan baru, working instructure, Quality Reminder, Product Sample, dan lainnya. 
  2. Memberikan peluang perbaikan kepada mereka sehingga merasa dilibatkan dan berperan dalam keputusan yang diambil.
  3. Berusaha menampilkan mereka yang berprestasi sehingga menjadi perhatian utama.
  4. Membuat alat atau jig yang memudahkan pekerjaan mereka.
  5. Memperhatikan perkembangan sosial pertemanan di lingkungan kerja karena mempengaruhi kinerja.
  6. Mengoptimalkan penggunaan teknologi yang familiar dengan mereka.
Apa yang dibutuhkan untuk mengelola tenaga kerja Gen Z? Terus saja bergerak dan cepat. Dan jika ingin mendapat perhatian dari mereka gunakan media visual. Bukan teks. Pertahankan permainan komunikasi internal dan tetap kuat. Tawarkan fleksibilitas di tempat kerja.

Lalu apa sebenarnya  yang diinginkan Gen Z di tempat kerja? Generasi Z adalah multitasker yang baik dan menginginkan umpan balik secara konstan. Mereka juga menginginkan tujuan, penghargaan, dan tantangan pribadi yang jelas agar mereka tetap terlibat di tempat kerja dan kehidupan pribadi mereka.


Referensi:
1. https://risepeople.com/blog/gen-z-communication/
2. https://blog.disqus.com/6-ways-to-engage-with-generation-z
3. https://www.hrtechnologist.com/articles/culture/4-expert-insights-managing-gen-z-in-workplace/
4. https://www.wgu.edu/blog/who-is-gen-z-how-they-impact-workplace1906.html

No comments: