Labels

Tuesday, 28 July 2020

Tips Mendampingi Anak Belajar di Masa New Normal

Waktu berlalu dan hari terus saja bergulir. Namun cerita masih saja tetap serupa. Kita sedunia masih menghadapi kesulitan yang sama, berperang melawan pandemi corona. Berbulan-bulan melalui kebiasaan yang baru #DiRumahSaja yang kemudian disambung dengan kebiasaan baru yang terbaru yaitu New Normal, tak lantas membuat perubahan pada beberapa hal krusial yang dilakukan anak-anak. Dari masa PSBB mungkin orang tua juga ikut di rumah saja, kemudian saat New Normal kembali bisa bekerja seperti semula. Namun, tidak bagi anak-anak. PSBB dan New Normal bagi mereka tetap sama. Tetap #DiRumahSaja. 

Tips Mendampingi Anak Belajar di Masa New Normal

Ketika orang dewasa berseliweran kemana-mana dengan mengenakan masker. Anak-anak masih saja tetap di rumah atau di sekitar rumah, bermain dengan teman-teman di lingkungan terdekat. Ada kejenuhan yang tak terbayarkan oleh gadget dan permainan dengan anak-anak tetangga. Mereke rindu suasana sekolah dan rindu teman-temannya. Bagi saya yang sewaktu kecil memang menyukai sekolah, sungguh keberadaan di rumah begitu membosankan. Dan saya takut kebosanan itu menimpa anak saya.

Ketika perlahan menanyakan kepada anak saya apakah bosan di rumah? Dia menjawab seperti sudah pasrah menerima keadaan. "Yah ...mau gimana lagi kan corona." Alhamdulillah dia tidak kelihatan bosan dan tidak mengeluh di rumah terus. Mungkin karena sejauh ini waktu seharian tak begitu terasa baginya. Setelah mengerjakan tugas online dari gurunya, ia bermain game atau mewarnai gambar kartun. Dia bilang ingin mengisi akun instagramnya dengan kartun-kartun buatannya sendiri.

Adapun edukasi di masa New Normal sebenarnya tidak jauh berbeda dengan masa awal-awal pandemi atau PSBB. Sistem belajar sama-sama bersifat online, jadi tinggal mengikuti saja alurnya. Tidak ada yang berubah. 
9

Adapun Tips Mendampingi Anak Belajar Online di masa New Normal ini adalah:

1. Disiplin
Membuatnya berusaha disiplin dengan waktu. Saat guru memberi soal tepat jam 8 pagi, maka saat itu dia harus mengerjakannya hingga selesai.

2. Menguasasi Materi  
Ketika anak mengeluh bahwa dia tidak memahami apa yang diterangkan oleh guru, saya sudah menonton video atau materi yang diterangkan oleh guru terlebih dahulu dan memahami apa yang dimaksud. Kadang saya menghafal menit ke berapa gurunya menerangkan hal-hal penting yang harus diingat sehingga ketika anak saya bertanya dan menganggap gurunya terlewat atau salah menerangkan, saya dapat mengingatkannya dan memberi bukti di menit ke berapa. Itu membuatnya tidak berkutik dan tidak menyangkal lagi. Yang ada disebabkan dia kurang bersabar dan tidak mengulang pembelajaran.

3. Bersabar
Anak saya temperamennya mudah emosian. Jadi saat saya salah sedikit saja dia lekas ngambek dan bad mood. Oleh sebab itu saya wajib bersabar dan menerangkan materi dengan penuh kesabaran. Tak terbayang jika saya ikut tersulut emosi yang ada bakalan perang terus dan selama pembelajaran tidak mungkin dapat dicerna dengan baik olehnya.

4. Memberi Kepercayaan
Saya tahu anak saya cukup cerdas. Terbukti dia selalu berada di 4 besar di setiap jenjang kelasnya dan beberapa kali mendapat piala juara 1. Jadi saya yakin dia juga bisa mengerjakan tugasnya sendiri. Setelah menerangkan hal-hal yang menjadi kesulitannya,  biasanya dia saya tinggal sendiri karena saya yakin dia mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik hingga selesai.

5. Mengoreksi hasil
Setelah tugas selesai, biasanya saya menanyakan apakah tugasnya sudah selesai atau belum? Ini untuk menegaskan agar dia bertanggung jawab. Jika sudah, saya memberi pengertian bahwa apa yang dia kerjakan harus saya koreksi supaya dia tahu apa yang salah dan jika salah dia bisa memperbaikinya. Kalau dibiarkan saja, maka dia akan tetap salah dan malah kalah dengan teman-teman sekelasnya. Saya berikan perbandingan seperti itu karena dia anaknya kompetitif. Kalau yang lain benar semua, kenapa dia tidak benar semua juga? Maka dia pun biasanya senang jika dikoreksi hasil tugasnya. Dan sering bilang oh iya ya, aku nggak teliti. 

Nah begitulah tips dari saya sebagai ibu yang bekerja dan mendampingi anak belajar secara online dimasa New Normal ini. 

No comments: