Labels

Wednesday, 22 July 2020

Pentingnya Adab Bagi Para Penuntut Ilmu

Pentingnya Adab Bagi Para Penuntut Ilmu


Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata: "Aku adalah hamba dari siapapun yang mengajariku walaupun hanya satu huruf. Aku pasrah padanya. Entah aku mau dijual, dimerdekakan atau tetap sebagai hamba."

Di kisah lainnya Imam Syafi'i pernah tiba-tiba mencium tangan dan memeluk seorang laki-laki tua. Tindakan beliau mengundang tanya para murid-muridnya. Ketika hal tersebut ditanyakan kepada Imam Safi'i beliau menjawab: "Ia adalah salah seorang guruku. ia kumuliakan karena pernah suatu hari aku bertanya kepadanya bagaimana mengetahui seekor anjing telah dewasa. Ia pun menjawab, untuk mengetahuinya dengan melihat apakah anjing itu mengangkat sebelah kakinya ketika hendak kencing. Jika iya, ketahuilah bahwa anjing itu telah dewasa." 

Begitulah para Sahabat Rosululloh dan para ulama terdahulu menganggap bahwa siapapun yang menjadi tempat baginya menuntut ilmu, mengetahui darinya satu ilmu layak disandangkan predikat sebagai guru yang harus dihormati. 

Ini menunjukkan betapa pentingnya adab terhadap para penuntut ilmu, siapapun itu. Terutama menjaga adab terhadap guru atau seseorang yang kita memperoleh pengetahuan darinya. Menghormati guru adalah hal yang sangat penting bagi penuntut ilmu karena ilmu tidak akan menghampiri kepada mereka yang tidak hormat dan berbakti kepada guru. 

Di dalam suatu riwayat disebutkan, Ibnu Abbas mengatakan, “Aku hina ketika menuntut ilmu lalu mulia ketika menjadi orang yang dituntut ilmunya.” Ibnu Abbas sering pergi ke rumah Ubay bin Ka’ab. Terkadang ia mendapati pintu rumah Ubay terbuka sehingga ia segera diizinkan masuk, terkadang pintunya tertutup sedangkan ia malu untuk mengetuknya. 

Belajar tentang adab kepada guru, maka tidak diragukan lagi, para sahabat dan ulama adalah contoh terbaik yang harus ditiru oleh para penuntut ilmu. Kita akan menemukan mutiara kisah yang banyak bertebaran pada kitab-kitab yang ditulis para ulama terdahulu. 

Beberapa adab dalam menuntut ilmu termasuk dalam hal berbicara kepada guru atau seseorang yang kita mengambil ilmu darinya adalah seperti tidak bertanya sebelum diizinkan, tidak memotong pembicaraan, tidak menyela, tidak bertanya dengan tujuan menguji, tidak meninggikan suara, tidak membanding-bandingkan pendapat guru dengan orang lain, dan masih banak hal lainnya.

Menjaga adab kepada guru tertutama dengan memperhatikan dengan seksama saat ia menerangkan, kemudian menjaga pandangan-pandangan buruk serta niat negatif selama dalam pembelajaran, mengesampingkan prasangka-prasangka dan tulus menerima apa yang sedang disampaikan bisa dikatakan seperti halnya mengosongkan gelas fikiran.Dengan begitu ilmu akan mudah terserap sehingga tidak tumpah atau bahkan bertentangan.

Mengosongkan gelas dalam hal menuntut ilmu merupakan salah satu trik dan cara agar ilmu segera dimiliki dan dikuasai. Dengan bersikap rendah hati, menerima dengan senang hati apa yang disampaikan para pemberi ilmu, berkonsentrasi dan menjaga dab-adab lainnya dalam berbicara dan beriteraksi merupakan kunci sukses memperoleh ilmu yang berkah. 

Maka, para ulama terdahulu kerap mengatakan bahwa: "Adab mendahului ilmu." Ini berarti, sebelum menuntut ilmu kita sendiri dituntut mempunyai adab sehingga ilmu akan mudah diserap. 

Di masa sekarang ini, sikap beradab terhadap guru, tidak saja dalam hal menuntut ilmu agama. Namun ilmu-ilmu lainnya juga sangat berlaku. Dan contoh akan kesuksesan seseorang yang menghormati gurunya begitu banyak tersebar di berbagai cerita di internet. Kita bisa membacanya dan menjadikannya sarana belajar dan pembanding agar memiliki sikap terpuji seperti itu.

Semoga saja ilmu apapun yang kita telah peroleh dan menjadi kebaikan bagi perjalanan hidup kita, akan mengalirkan pahala yang banyak kepada guru-guru kita terdahulu. Aamiin. 


Referensi: 
1. https://republika.co.id/berita/q1klt3313/teladan-imam-syafii-memuliakan-guru 
2. https://muslim.or.id/25497-adab-seorang-murid-terhadap-guru.html
3. https://www.prestasiglobal.id/adab-seorang-murid-terhadap-guru/

No comments: