Friday, 26 June 2020

Jurus The Power of Kepepet Saat Lomba Blog

The Power of Kepepet


Adakalanya segala sesuatu yang diharapkan tidak semulus dan selancar yang direncanakan. Ada saja sandungan-sandungan kecil yang dapat menghambat harapan dan rencana untuk menjadi kenyataan.

Dalam urusan ngeblog, saya paling termotivasi jika saja dapat mengikuti lomba-lomba blog. Gairah dan produktivitas menulis biasanya meningkat sehingga dalam waktu singkat bisa saja menghasilkan lebih dari seribu kata.

Namun tak lepas dari kekurangan dan kelalaian saya. Biasanya jika ada lomba blog yang sangat saya minati untuk diikuti, kelemahannya selalu menunda-nunda.  Sebentar besok, sebentar besok hingga tibalah hari dimana batas waktu telah tiba. Beberapa jam sebelum deadline.

Kelemahan saya adalah jika waktu lomba masih lama, ide menulis kerap buntu. Mencari referensi tidak semangat. Mengawali paragraf pertama saja susahnya minta ampun. Mengedit dan memasukan foto untuk materi lomba juga ogah-ogahan. Pokoknya saya benci diri sendiri jika sudah niat ikut lomba karena diibaratkan mobil keluaran jadul, mesin lama panasnya. Persis seperti itu, lama untuk mendatangkan mood menulis dan kemauan memulai tulisan. 

Baca Tulisan saya sebelumnya: Memuliakan Tamu dari Dunia Maya.

Anehnya, jika sudah kepepet misalnya saja di jam 10 malam, 2 jam menjelang deadline, ide-ide langsung bermunculan, berloncatan secara liar. Adrenalin terpompa deras sehingga gairah dan semangat begitu terpacu. Saat seperti itulah saat-saat dimana saya memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Meskipun tampak kepepet namun di jam-jam tersebut ide malah mengalir dengan lancar. 

Jeleknya kebiasaan menyelesaikan tulisan di detik-detik terakhir seringnya tidak sempat mengerjakan syarat-syarat lain yang dikehendaki panitia seperti share di medsos, follow akun-akun penyelenggara dan mengisi formulir pendaftaran yang ternyata tidak hanya setor link saja namun juga mencantumkan foto KTP, mengisi berbagai akun medsos dan syarat-syarat lainnya. Hal-hal seperti itu kadang membuat saya tergesa-gesa karena berada di injury time.  

Karena kelambatan dan kecerobohan di atas, beberapa lomba yang terkirim ternyata melewati batas deadline. Pada jam 12 malam ke atas. Hal ini jelas sudah “fail” karena sudah tidak memenuhi syarat dan ketentuan lomba.

Maka dengan usaha dari The Power of Kepepet itu hasilnya pun beragam. Beberapa lomba yang saya ikuti dalam keadaan kepepet ada yang berhasil dan ada yang tidak. Jika saya bandingkan maka perbandingannya mungkin 2 banding 3. Dua berhasil menjadi pemenang dan 3 gagal. Tapi saya lebih baik tetap ikut walaupun menggunakan jurus The Power of Kepepet daripada tidak ikut sama sekali.

Beberapa lomba yang pernah menang dengan waktu kepepet contohnya seperti lomba yang diadakan Nurul Noe tentang A Place to Remember. Saya mengirimkannya artikel dan selesai mengisi syarat-syaratnya 2 menit sebelum deadline. Dan itu sungguh bikin jantung dagdigdug tak karuan. Setelah saya tahu terkirim saya langsung melempar badan ke kasur dan tarik nafas dalam-dalam. 

Lomba lain yang dikerjakan dengan prinsip The Power of Kepepet dan berhasil menang adalah Lomba Wonderful Indonesia. Itu pun sama. Bahkan yang ini terkirim satu menit sebelum deadline. Dan lomba-lomba lainnya yang saya ikuti hampir seluruhnya dikerjakan di jam-jam menjelang batas akhir pengiriman. Sungguh susah mengubah kebiasaan menulis seperti itu karena sudah habit.

Ke depan, saya berharap bahwa kebiasaan saya menulis di jam-jam injury time ini bisa berubah menjadi lebih tertib lagi sehingga tidak harus jantungan terus di detik-detik terakhir lomba. Walau terkadang menulis di jam-jam seperti itu memang mengasyikan karena ide terus mengalir tanpa henti. Beda dengan saat-saat tidak dikejar deadline saya cenderung santai tanpa beban. 

2 comments:

Djangkaru Bumi said...

sampai saat ini saya belum pernah ikut lomba
tidak kepepet sajam nulisnya lama dan banyak bengongnya
Apalagi menjelang detik-deteik deadline, bisa pingsan

Ikrom Zain said...

saya biasanya ikut di tengah tengah mbak
takutnya ada syarat yang kelupaan hihi
kalau awal-awal sama juga belum nemu ide
pernah si ikut sekali kepept banget dan pas mau posting eh mati lampu
yauda harus ke warnet jadinya hehe