Thursday, 18 June 2020

5 Barang yang Keluarga Kami Butuhkan Selama Pandemi Corona

Pandemi virus corona ini sungguh luar biasa. Mengubah tatanan kehidupan yang sudah kita bina berpuluh-puluh tahun lamanya menjadi seakan tiada arti. Membuat semua orang kembali ke cangkangnya, melakukan segala aktivitas di rumah saja. 

5 Barang yang dibutuhkan saat pandemi corona

Meskipun tidak termasuk golongan yang bekerja dari rumah, keluarga kecil kami tetap mengubah kebiasaan-kebiasaan yang dulu dianggap sepele menjadi sesuatu hal wajib dan penting untuk dilaksanakan. Sesuai protokol kesehatan yang sudah didengung-dengungkan oleh pemerintah.   

Penyebaran yang masif dan tak pandang bulu membuat semua orang harus waspada. Berhati-hati dalam setiap hal agar tidak tertular oleh virus corona adalah usaha kita yang harus terus-menerus dilakukan. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali kita sebisa mungkin dalam kondisi yang bersih dan sehat. 

Untuk itu, di rumah kami, ada beberapa benda yang kini mendadak penting dan kami butuhkan sehari-hari untuk mencegah terjadinya penularan virus corona ini. kebiasaan baru yang setelah 3 bulan dijalani menjadi sesuatu ayng biasa dan mudah untuk dikerjakan.


Kelima benda yang kami butuhkan selama pandemi ini adalah:

1. Masker 

5 barang yang Dibutuhkan saat pandemi corona

Pada Februari tahun lalu, sepulang traveling saya terkena batuk pilek yang sangat parah. Hampir 3 minggu lamanya. Waktu itu saya tidak pergi ke dokter namun memperbanyak minum vitamin C, madu dan air perasan lemon. Pileknya Alhamdulillah sembuh dalam 2 minggu. Tapi batuknya masih tinggal hingga minggu ketiga. Untuk mencegah penularan kepada anak dan suami, saya pun membeli masker yang cukup banyak. Masker 3 ply yang biasa digunakan para dokter untuk bedah. Saat sembuh, masker ini saya simpan karena buat jaga-jaga mana tahu di masa yang akan datang bisa terpakai. Dan benar saja, begitu virus corona merebak ke Indonesia dan pemerintah mewajibkan penggunaan masker, maka saya tinggal menggunakan masker yang saya simpan ini. Tidak beli lagi. Beberapa waktu kemudian, anjuran mengenakan masker kain diumumkan pemerintah, kami pun membeli beberapa masker kain untuk berjaga-jaga. 


2. Hand Wash atau Sabun Cuci Tangan

5 Barang yang Diperlukan saat pandemi corona

Saya dan suami yang bolak-balik rumah dan tempat kerja, tentu tidak menjamin kebersihan tangan dan badan selama di kantor dan dalam perjalanan. Oleh sebab itu, suami sengaja meletakkan sabun cuci tangan di teras rumah, tepat di atas pagar, supaya begitu kami masuk halaman saja sudah langsung melihat sabun ini dan wajib cuci tangan. 


3. Hand Sanitizer

5 Barang yang Dibutuhkan saat pandemi corona

Saya dan suami sudah lama menggunakan hand sanitizer. Biasanya kami membawa produk ini jika mendaki gunung, trekking dan traveling. Produk ini selalu ada di dalam kotak P3K bersama obat-obatan dan pembalut luka. Jika tidak sedang mendaki gunung atau traveling, hand sanitizer kami simpan di kotaknya. Ketika anjuran menggunakan hand sanitizer gencar diberitakan, saya sudah tidak kebingungan lagi karena memang sudah terbiasa. Suami juga dengan sigap segera membeli beberapa kemasan baru untuk masing-masing kami. Karena menurutnya, setiap bepergian hand sanitizer ini harus selalu kami bawa. maka sejak itu di tas pun selalu tersedia produk ini.


4. Vitamin C

5 Barang yang Dibutuhkan saat pandemi corona

Karena suami bekerja di perusahaan farmasi, ia seringkali membawa pulang obat-obatan dan vitamin yang menurutnya bagus. Selain sering dibagi secara gratis oleh perusahaannya, ia juga sering mendapat penawaran harga yang jauh lebih murah dibanding di apotik. Maka ia pun rajin membeli obat-batan tersebut terutama vitamin C. Maka, ketika pandemi corona mulai menyebar ke Indonesia, di rumah kami sudah siap sedia dengan berbagai jenis vitamin C. Mereknya bisa bermacam-macam, ada vitalong C, redoxon, dan lainnya. 


5. Imboost

Produk satu ini sudah lama saya kenal. Suami sering membawa pulang imboost karena menurutnya produk suplemen ini merupakan salah satu produk terbaik yang dikeluarkan oleh perusahaan induknya di Jakarta sana. Jadi, tak heran jika ia selalu membawa pulang produk ini baik yang berupa kaplet, sirup maupun yang effervescent. Dan Alhamdulillah karena selalu dibawakan imboost, saya tidak pernah beli padahal produk ini lumayan juga harganya. Terlebih beberapa pasien covid yang sudah sembuh ada yang menyatakan bahwa dokter di rumah sakit yang menanganinya, memberikan imboost untuk suplemen mereka selama dalam masa karantina. Maka, tak heran jika kemudian produk ini semakin laku di pasaran.   







No comments: