Tips Agar Tidak Terjebak di Dunia Halu


Woooo Dasar halu loe! Apakah anda sering mendengar teman atau saudara berkata-kata seperti itu? Biasanya kalimat tersebut terungkap saat seseorang mengungkapkan hal-hal yang menurut orang lain tidak mungkin terjadi. Ketinggian. Bagai mimpi dan tidak akan mungkin terjadi di kemudian hari.



Halu dimaksudkan adalah halusinasi. Kebiasaan kita selalu menyingkat kata-kata yang kepanjangan sehingga mudah dan cepat diucapkan namun tetap maknanya masih bisa difahami. Maka kata halusinasi pun kerap disingkat menjadi halu karena dinilai kepanjangan jika digunakan dalam percakapan sehari-hari yang tidak resmi. Untuk paragraf selanjutnya, saya akan menggunakan kata halu saja agar teman-teman lebih fokus dengan maksud tulisan ini. Tidak membahas halusinasi dalam gejala fisik namun lebih ke psikis.

Jika hanya dalam taraf wajar dan tidak menjadi kebiasaan, tidak mengindikasikan gangguan psikis si pelaku dan juga orang lain, tidak juga merugikan secara materi si pelaku dan juga orang lain, maka halu ini masih tidak membahayakan. Seperti ungkapan pada paragraf di atas. Biasanya kata-kata halu ini digunakan pada sesuatu yang nyata tapi tidak mungkin. Misalnya saja. "Seandainya saja Lee Ming Ho jadi suami gue." maka spontan teman-teman di dekatnya akan bilang "Dasar halu Loe." 

Salah satu ciri seseorang yang terjebak ke dalam dunia halu, biasanya menginginkan sesuatu yang belum atau tidak mungkin ia miliki. Mendambakan sesuatu hal yang menurut kebiasaan dan ukuran kemampuan seseorang tidak akan terjadi atau tidak mungkin dilakukan. 

Keinginan yang berlebihan, tidak pandai bersyukur, tidak menerima atas apa yang diberikan oleh Sang Pencipta, biasanya mengawali tanda-tanda seseorang yang kena halu ini. Jadi apa saja agar seseorang tidak terjebak di dunia halu? Ada beberapa tips yang mungkin bisa menyembuhkan teman-teman yang sudah mulai merasa terjebak dunia halu ini.

1. Sadarilah bahwa Allah SWT Menciptakan Manusia Berbeda-beda 
Manusia diciptakan berbeda-beda dari semua hal. Ada yang kaya ada yang miskin. Ada yang cantik ada yang jelek. Ada yang tinggi ada yang pendek. Jika sejak awal seseorang menyadari bahwa Allah SWT menciptakan berbeda maka tidak lagi ada rasa iri atau keinginan yang berlebihan untuk menjadi seperti orang lain tanpa menilai bahwa ia belum mampu melakukannya. 

2. Perbedaan harus Dijadikan Pemacu dan Pemicu untuk Berubah Menjadi Lebih Baik
Menginginkan sesuatu hal harus disertai usaha. Jika menginginkan kehidupan yang lebih baik seperti melihat kehidupan yang dijalani orang lain, maka usaha harus dilakukan dengan kerja keras dan do'a. Jadikan perbedaan nasib dan keberuntungan orang lain menjadi pemacu untuk terus bekerja lebih giat lagi. Menjadi pemicu supaya selalu bersemangat untuk meraihnya.

3. Selalu Bersyukur atas Apa yang Telah Allah Anugerahkan kepada Kita   
Menjadi orang yang pandai bersyukur adalah salah satu kunci hidup bahagia. Menerima apapun yang telah dianugerahkan kepada kita dan mensyukurinya akan mendapati ketenangan dalam hati. 

4. Selalu Melihat ke Bawah
Besyukur atas apa yang kita peroleh dan membandingkan kehidupan dengan yang berada di bawah kita, akan senantiasa membuat kita merasa beruntung dan bersyukur kepada Allah SWT atas apa yang telah Ia anugerahkan ke dalam hidup ini. Banyak orang sakit, sementara kita sehat. Banyak orang kemana-mana dengan berjalan kaki sementara kita berkendara. Banyak yang tidak mempunyai tempat tinggal sementara rumah kita sangat nyaman. 

5. Isi Waktu Luang dengan Berbagai Kegiatan
Melamun kerap kali membuat waktu terbuang. Berandai-andai menginginkan sesuatu yang belum dimiliki malah justru membuang waktu dan energi. Seharusnya waktu luang dimanfaatkan untuk kegiatan positif. Jangan biarkan waktu terbuang percuma dan sia-sia.

Comments