Quote yang Paling Berpengaruh dalam Hidup Saya

"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jum’ah, ayat 10) 



Saya merenung memikirkan makna dari ayat di atas. Sepertinya memang mengena sekali di hati. Ayat ini begitu indah. Allah SWT memerintahkan manusia bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia-Nya. Makna yang saya dapat adalah bahwa Allah SWT menyuruh kita bekerja, bermata pencaharian, menuntut ilmu, berbuat kebaikan atau hal lainnya kemana pun dan dimana pun di seluruh permukaan bumi yang luas ini dengan tujuan untuk mencari karunia Allah. 

Kalimat “Bertebaranlah Kamu di Muka Bumi” ternyata sangat dalam masuk ke dalam hati saya sehingga yang terfikirkan adalah globe dan peta dunia. Ketika menatap globe atau bola dunia, saya membayangkan bisa berkeliling dunia mengunjungi satu negara ke negara lainnya. Melihat dan menyaksikan langsung keragaman alam, budaya dan kehidupan masyarakat di belahan dunia lainnya. 

Betapa karunia Allah tersebar di berbagai belahan dunia dan betapa hati ini ingin segera memulainya dengan melangkahkan kaki ke luar dari kampung halaman. Ya, saat itu saya masih kecil, masih SD dan sudah terngiang-ngiang dengan petikan ayat di atas. 

Semasa Sekolah Dasar tersebut, saya sangat menyukai perjalanan jauh. Melihat berbagai suasana desa dan kota yang dilalui. Maka tatkala orang tua atau saudara bepergian ke luar kota, saya orang yang paling pertama ikut. Meskipun kadang harus tidak sekolah berhari-hari. Meskipun harus menyalin pelajaran-pelajaran yang tertinggal berhari-hari ke dalam buku catatan. 

Ketika tumbuh remaja, saya melanjutkan sekolah di Jakarta. Dan setelah lulus, merantau untuk bekerja lalu kuliah di Batam. Sesuatu yang sangat saya inginkan pada masa itu. Menghabiskan fase-fase kehidupan di kota yang berbeda-beda. 

“Travelling—it leaves you speechless,
then turns you into a storyteller.”—Ibnu Batutah 

Quote kedua yang paling saya sukai adalah quote dari Ibnu Batutah di atas yang menyebutkan bahwa Traveling atau bepergian itu bisa membuatmu kehilangan kata-kata lalu akan mengubahmu menjadi seorang pencerita/pendongeng.

Betul, ini terjadi kepada saya. Dimana kerap merenung dan terpukau saat melakukan perjalanan mendaki gunung dan setibanya di puncak gunung mendadak speechless, kehabisan kata-kata.

Pendakian demi pendakian dan perjalanan demi perjalanan yang dilalui ternyata menggiring saya untuk bercerita melalui blog. Sungguh niat awalnya hanya berbagi, dan memang benar sesuai quote di atas, saya mendadak menjadi story teller. Menceritakan kembali apa-apa yang pernah dilalui dan dijalani dengan penuh semangat.


"Aku rela dipenjara bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” - Moh. Hatta 


Saya salah seorang pengagum Mohammad Hatta. Bapak proklamator Indonesia. Kecintaannya kepada buku membuat ia tenggelam dalam bacaan buku-buku bahkan di saat beliau diasingkan di Digul Papua dan Banda Neira. Buku adalah teman setia dalam pengasingan.

Mencontoh kesukaan Bung Hatta terhadap buku, saya pun memutuskan untuk mencintai buku-buku. Buku apapun itu saya baca dan terus baca. Termasuk kamus, majalah dan koran. Alhamdulillah dengan banyak membaca seperti ini, wawasan tentang berbagai hal jadi semakin dikuasai.

Buku membuka jendela ilmu. Mempertemukan akal, logika dan nalar dalam sebuah equilibrium yang sama. Menjadikan sesuatu tanya menjadi jawab. Sehingga persoalan kehidupan kerap teratasi dengan kegiatan membaca seperti ini.

Mencontoh Bung Hatta dalam segi keilmuan sungguh tepat adanya. Betapa beliau hampir menguasai berbagai bidang keilmuan sehingga kita sebagai masyarakat Indonesia mempunyai figur untuk digugu dan ditiru.

Comments