Kenangan Masa Kecil yang Paling berharga

Saya baru menyadari betapa indahnya masa kecil ketika sudah berada jauh dari kampung halaman. Ketika satu per satu kenangan akan masa lalu kembali diputar ulang dalam ingatan. Biasanya, memori akan masa kecil akan terputar kembali tatkala menghadapi rumitnya masalah pekerjaan di kantor atau masalah lainnya di komunitas-komunitas yang saya ikuti.

Capung
Capung di sawah dekat rumah di kampung halaman.


Jika mengingat masa kecil, saya bersyukur betapa bahagianya hidup saya dulu meskipun secara ekonomi terbilang biasa-biasa saja. Namun hari-hari yang dijalani terisi dengan aktivitas-aktivitas positif seperti main dan belajar. Sekolah, main, mengaji. Rutinitas yang selalu membuat malam ingin segera berlalu. Ingin kembali ke sekolah karena teman-teman di sekolah yang menyenangkan. Ingin lekas bermain karena permainan kami seru-seru dan ingin segera mengaji karena saat mengaji juga tak lepas untuk bermain dan main hehe.

Selama usia Sekolah Dasar, saya memang puas bermain. Pulang sekolah langsung main ke rumah teman. Atau gantian teman yang main ke rumah saya. Sekedar main amsak-masakan atau menangkap capung di pematang sawah. Saking asyiknya main, bahkan kadang lupa makan. Mandi pun harus sama-sama dengan teman, mandi bareng di pancuran. Saat mandi pun tetap saja main air sampai biru kedinginan. 

Beberapa permainan yang ternyata membuat kami semakin hari semakin matang dalam berfikir diantaranya main petak umpet, main kucing-kucingan, main galah, tatarucingan (tebak-tebakan), juga main masak-masakan. Lucunya saya dan teman-teman pernah juga main keluarga-keluargaan. Pura-pura menikah (waktu itu pengantin prianya adalah sepupu saya). Ceritanya saya hamil, hamil mengandung boneka kecil yang dililitkan menggunakan kain di perut. Terus ada paraji (dukun anak) yang membantu persalinan saya. Hahaha. Kalau ingat itu saya ngakak banget. Saat itu saya juga menyusui boneka itu. Sepupu saya yang pura-pura jadi suami, dia kemudian pergi untuk bekerja. Saya dan teman-teman adalah peniru ulung. Percakapan orang dewasa saat itu sering kami tirukan dan asyik saja untuk jadi bahan permainan kami. Membuat rumah-rumahan, membuat dapur, membuat kompor, makanan, belanjaan, dan segala jenis kegiatan orang dalam keseharian kami jadikan permainan atau pura-pura. Lumayan kreatif.

Karena bermain-main seperti ini pulalah maka ketika tumbuh besar kemudian menikah, hamil dan melahirkan, saya tidak gugup menghadapi persalinan ditambah lagi banyak-banyak bertanya dan membaca. Di otak saya selalu merasa bahwa hal-hal itu biasa dan akan mudah saya lewati. Dan ternyata Alhamdulillah semuanya lancar. 

Selain 3 kegiatan masa kecil yang rutin di atas yakni sekolah, bermain dan mengaji, kenangan lainnya yang paling melekat adalah sering diajak nenek ke kebunnya. Mencabut rumput teki, memanen wortel, singkong, bengkoang, buncis dan sayuran lainnya yang nenek tanam di kebunnya. Dari nenek pula saya mengenal nama-nama rempah, sayuran dan palawija. Selain itu saya juga tipe anak yang kepo sehingga semua hal ditanya. Sementara itu nenek tipe orang yang mudah bercerita dan suka mendongeng. Klop. Jadinya saya banyak mengetahui hal-hal yang cucu nenek lain tidak ketahui. Apalagi saya sering menemani nenek tidur di rumahnya. Sebelum tidur, saya suka sekali mendengarkan nenek bercerita panjang lebar tentang masa lalu. 

Padi di sawah. Satu hal yang kerap menerbangkan ingatan ke masa kecil


Herannya ingatan nenek masih kuat sekali. Beliau masih ingat saat sekolah di zaman Belanda. Lalu masa-masa genting  zaman perjuangan, zaman gerombolan DI/TII dan zaman munculnya PKI. Begitu juga pada masa-masa pemerintahan Presiden Sukarno dan Suharto. Ingatan nenek masih baik dan mampu menceritakan dengan runut peristiwa-peristiwa yang terjadi. Karena hal itulah saya jadi menyukai pelajaran sejarah di sekolah. Apa yang diceritakan nenek ternyata banyak kesamaan dengan yang saya dapat di bangku sekolah.

Kenangan masa kecil lainnya yang paling melekat di ingatan saya adalah bermain di sawah. Bermain-main di pematang sawah sambil memperhatikan kegiatan para petani mulai dari menyemai benih, mengikat bibit padi yang sudah tumbuh, menyangkul, membajak sawah, menandur, mengairi, hingga memanen. Semua kegiatan di sawah ini saya masih menyimpannya dengan  baik di dalam memori. Makan bersama di tepi sawah adalah hal teristimewa yang selalu saya rindukan. Bersama sepiring nasi liwet, goreng ikan asin, sambal, lalapan dan kerupuk. 

Sepertinya tak cukup waktu seharian untuk menuliskan cerita tentang masa kecil saya yang Alhamdulillah terukir bahagia. Ada banyak peristiwa menyenangkan lainnya yang satu-satu mulai saya ingat kembali ketika paragraf pertama dan kedua dituliskan. 

Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa masa kecil saya yang lengkap dan bahagia ternyata merupakan bekal dan persiapan dari Allah SWT untuk saya dalam menghadapi kesulitan hidup di masa yang akan datang. Dukungan keluarga, kasih sayang orang tua dan saudara serta bekal dasar agama yang kuat, ternyata merupakan bekal sehingga saya mampu bertahan dan menjalani hidup bahagia hingga sekarang. Alhamdulillah.

Comments

Hanila Hussein said…
Seru kali yaaak...saya dulu juga suka main masak2an tapi temannya ya Bunda dan Papa.
Makanya sekarang suka happy kalau lihat anak-anak main, pikiran mereka itu bebas banget berimajinasi.
Kenangan masa kecil, dimana mau main serba cuek dan gak pernah dilarang. Dulu zaman aku kecil suka main orang-orang dan rumah-rumahan, ini aku lengkap banget deh. Begitu beranjak dewasa mulai deh banyak larangannya.
diane said…
Alhamdulillah ikut senang dengan masa kecil yang bahagia... Setelah punya anak.. jadi pengen menciptakan suasana yang bahagia juga ya utk keluarga...
lendyagasshi said…
Zaman dulu para Ibu fokus banget ngurusin anak.
Anak-anak tidak dengan mudah diberikan fasilitas.
Jadi makin kreatif menciptakan mainan sendiri.

Happy banget memang anak era 90an.
nurul rahma said…
Bersyukur banget ya Mba dgn masa kecil yg bahagiaaaaaa
Duh, ingin rasanya membawa semangat ini ke anak2 jaman now
--bukanbocahbiasa(dot)com--
Nanik nara said…
masa kecil yang bahagia, memang akhirnya membawa pengaruh juga saat dewasa ya mbak. Kenangan pada masa kecil, kadang juga bisa menguatkan saat di masa dewasa menghadapi masalah.
Masa kecil yang aku inginkan dan rindukan itu adalah saat masih ada waktu dan kesempatan buat berkumpul bersama mama aku mba. Skarang sedihnya ini tinggak kenangan saja :(
Lina Sophy said…
Masa kecil jaman saya yang sekarang benar-benar hilang adalah ketika bulan purnama, anak-anak main bersama rame, ada dosa-dosanya, petak umpet dan banyak mainan lainnya
Dewi Rieka said…
Iya, masa kecil indah sekali ya, aku sempat merasakan tinggal di desa dan di kota suasananya benar-benar berbeda hehe
Juliastri Sn said…
Aku pun senang sekali saat bermain di sawah saat kecil mba. Bekerjaran dengan kupu, capung, lalu melihat kunang-kunang di malam hari. Ah, indahnya.. :)
Ririe Khayan said…
main petak umpet, kucing-kucingan, main galah, tebak-tebakan, masak-masakan, lompat karet, dan sederet mainan masa kecil yang saat ini sudah sangat langka. Beberapa kali masih saya jumpai anak-anak main out door tapi tdk banyak.
Neti Suriana said…
Aaa...postingan ini memanggil kembali memory masa kecil yg seru, tak terlupakan dan bebas gadget pastinya...:)
aku juga punya kenangan masa kecil yang sama menyenangkannya mba..tinggal di kompleks, main sore cari capung, lari - lari...anak sekarang sudah lain yaaa
Masa kecil memang masa bahagia yang gak bisa dilupakan.
Saya juga rindu masa kecil saya dulu. Semua menyenangkan, pagi sekolah, sore ngaji, main di sawah mencari capung berwarna merah dan kegiatan asyik lainnya.
Bener banget mbak. Masa kecil emang sanagat menyenangkan. Bahkan terkadang aku ingin sekali kembali ke masa kecil. Hidup terasa sangat asik dan tanpa beban.
Khoirur Rohmah said…
Kalau inget masa kecilku kudu ngakak dan juga pegel. Tapi seru sih, kabur dari rumah sebelum ngerjakan tugas rumah, hahhaa. Pokoknya seneng banget deh mengingat momen masa kecil dulu hhehee
Kalau diingat-ingat, aku juga bahagia banget bisa merasakan masa kecil yang membahagiakan bermain dengan alam
Main ke sawah, bermain masak-masakan dengan membuat kompor (pawon) cabe dan bahan lainnya tinggal metik dan hasilnya bisa di makan bersama teman

Kalau anak sekarang mungkin bermain dengan gadget merupakan salah satu permainan yang menyenangkan
Profil said…
Jadi kangen masa kecil dulu nih mbak. Sama kita mainnya. Saya paling suka main masak-masakan dan jual-jualan. Almarhum Nenek dulu juga sering cerita jaman perang. Kayaknya ini emang kesukaan para nenek atau kakek ya hehe.
Leyla Hana said…
Kadang kangen juga dengan suasana Masa kecil yang masih banyak sawah, kebun, tanah merah, sungai, dll. Sekarang semuanya sudah tertutup perumahan. Hiks.