Social Media for Social Good, Bermedia Sosial untuk Kebaikan


Beberapa waktu yang silam, Komunitas Blogger Kepri bekerja sama dengan Greeneration.id yang didukung penuh oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta, mengadakan loka karya (workshop) tentang Social Media for Social Good atau disingkat SocMed4SocGood. Acara ini mengambil tempat di SMKN 1 Batam.


Workshop #SocMed4SocGood ini mengundang anak-anak muda Batam untuk mendiskusikan berbagai fenomena penggunaan social media yang tengah marak di masyarakat.  Para peserta dituntut memberikan solusi terbaik bagaimana cara penggunaan social media yang bijak sehingga membawa nilai positif dan kebaikan bagi masyarakat khususnya warga Kota Batam. 

Salah satu pembicara dalam workshop ini adalah Mas Akhyari Hananto pendiri Good News From Indonesia. Ia memberikan materi tentang fenomena perkembangan social media di dunia. Ia mengutip informasi dari BuzzFeed.com yang menuliskan bahwa di dunia ini per bulannya ada sekitar 180 juta pengunjung  internet, 200 juta klik, dan 46 milyar tayangan video. Sungguh luar biasa.

Mas Akhyari hananto dari GNFI. Foto: Teguh

Dan uniknya lagi, sekarang dunia mengalami era dimana lebih dari 50% populasinya berusia di bawah 30 tahun. 96% di antaranya adalah kaum milenial yang bergabung dengan social media. Jadi bisa dibayangkan betapa dahsyatnya pengaruh social media bagi generasi sekarang. 

Menilik perkembangan berbagai penemuan di dunia, perlu waktu yang lumayan lama untuk menyebar ke seluruh penjuru dunia. Misalnya saja perlu waktu 30 tahun untuk menyebar dan mengenalkan radio. Perlu waktu 13 tahun mengenalkan televisi. Dan perlu 4 tahun untuk memperkenalkan komputer. Namun hanya perlu waktu 9 bulan saja facebook mencapai prestasi 200 juta pengguna. Sungguh pencapaian luar biasa.

Dari 3.8 milyar pengguna internet di dunia, 3 milyar diantaranya adalah pengguna social media. Dan dari 127 juta pengguna internet, 55% berusia antara 18-25 tahun dan 110 juta diantaranya adalah pengguna social media. Kita tidak punya pilihan lagi apakah mau ber-social media tau tidak, namun pertanyaannya adalah seberapa baik kita akan menggunakannya? Ini artinya kita sudah tidak bisa terhindar dan menghindar lagi dari keberadaannya.


Plus Minusnya Social Media

Saya sebagai Ketua Pelaksana Acara 😁

Lalu social media mana yang cocok bagi kita? Atau apakah perlu mempunyai akun di semua linimasa social media? Ada baiknya kita mengenal plus minusnya terlebih dahulu sehingga dapat mempertimbangkan berbagai pilihan. 

Facebook
Kelebihan Facebook karena merupakan situs social media yang paling populer. Penuh dengan fitur, inovatif. Selain itu penggunanya terbanyak dan teraktif. Namun kekurangan facebook ada pada algoritma yang tidak fair, halaman layar penuh dengan sponsored content, sementara itu facebook mulai ditinggalkan oleh kaum milenial yang beralih ke Instagram dan Snapchat. 


Instagram
Untuk instagram, secara visual sangat  menyenangkan. Kesempatan mendapatkan interaksi sangat besar karena merupakan tempat mainnya kaum milenial dan remaja. Selain itu  kebanyakan pengguna facebook juga pengguna instagram. Namun kekurangannya adalah algoritma instagram yang membingungkan karena berubah, linimasa penuh dengan sponsored content dan tidak bisa memberikan backlink.

Twitter
Untuk twitter kelebihannya dibandingkan dengan facebook atau instagram adalah lebih real time update dengan cepat. Selain itu interaksi mudah dilacak dan interface sederhana. Namun kekurangan twitter diantaranya algoritma yang dalam 3 tahun terakhir berubah dengan menilai pada skor relevansi beberapa faktor. terutama interaksi. Jadi jangan heran jika interaksi kita kurang maka peluang terlihat di lini masa follower pun akan berkurang. Selain itu aktifitas di twitter sudah mulai menurun drastis dan semakin banyak konten yang kasar. Untuk Indonesia sendiri, menjelang pilpres 2019, linimasa twitter semakin panas dengan adu argumen para juru kampanye. Dan bagi saya sendiri, lebih menyenangkan berlama-lama di youtube dan instagram daripada di twitter karena selalu gerah membaca tweet yang saling serang.

Youtube
Lalu bagaimana dengan youtube? Kelebihan youtube dibanding social media lainnya adalah tidak ada batasan waktu, sedikit sensor, dan merupakan tempat dimana orang-orang di internet dapat berkumpul. Salah satu kelemahannya diantaranya orang Indonesia tidak selalu menonton video yang panjang, youtuber harus memasarkan videonya agar dapat terlihat, banyak ulasan negatif, dan subscriber yang rendah.

Nah setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing, manakah social media yang akan anda pilih untuk dikembangkan?  Apapun itu semoga saja semuanya memberi peluang kita untuk menyebarkan kebaikan sehingga dimana pun kita bermedia, tetap akan menjadi ladang pahala.

Comments

Apapun media sosial yang paling disuka yang penting bisa bersikap bijak dalam menggunakannya ya mbak, jangan nyebar hoax dan bikin status yang nggak guna...
Iya nggak.. 😁😁