Kota-Kota yang Pernah Saya Tinggali


Masih dalam rangka ikutan Challenge 30 hari menulis blog bersama Blogger Perempuan Network, untuk tema hari ke-10 adalah tentang 5 rekomendasi buku/film/musik. Namun tema ini cukup berat buat saya karena harus riset. Harus baca buku kembali karena sudah lupa buku apa saja yang bagus untuk saya rekomendasikan kepada teman-teman.


Bagaimana dengan menulis tentang film? Tetap saja saya harus riset atau setidaknya membaca kembali blog-blog review tentang film. Lalu musik? Saya penikmat musik namun bukan penggemar aliran musik tertentu, dan akhir-akhir ini sudah jarang mendengarkan musik. Maka saya memutuskan untuk pindah ke tema pengganti saja yang mudah untuk ditulis karena sudah ada dalam kepala.

Untuk tema pengganti di tulisan kali ini, saya memilih tema tentang 5 kota yang pernah saya tinggali. Apa sajakah itu? Yuk simak.


1. Garut - Jawa Barat

Garut Dikelilingi Gunung-Gunung

Garut merupakan tempat kelahiran saya. Dimana gunung-gunung membentenginya di setiap penjuru mata angin. Ada Gunung Galunggung, Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Puntang, Gunung Guntur, Gunung Puteri, Gunung Wayang, dan gunung-gunung lainnya yang tampak berjejer mengelilingi kawasan ini.

Udara di Garut sangat sejuk. Atau boleh dibilang dingin. Bahkan mau pergi mandi saja harus menunggu tengah hari, itu pun mandi pancuran dengan atap terbuka di luar rumah.😁 Kalau harus mandi pagi, maka air hangat jadi andalan. Dan akalu pulang kampung, paling susah banget nyuruh Chila mandi. Dia akan melarikan diri atau bersembunyi karena takut dingin. 

Meskipun dingin, Garut punya pemandian air panas di beberapa lokasi seperti Cipanas dan Kawah Darajat. Di dua kawasan ini telah dibangun pemandian umum, hotel, dan juga resort untuk kepentingan liburan keluarga. Tempat-tempat wisata yang manmade juga mulai menjamur. Ini pertanda sektor pariwisata di Garut sedang bergairah.

Saya tinggal di Garut hanya sampai kelas 3 SMP saja. Karena saat SMA sudah hijrah ke Jakarta dan meneruskan sekolah di sana. Selepas SMA sempat kembali ke Garut dan tinggal di rumah sambil mengajar selama 9 bulan. Tak berselang setahun saya akhirnya mendapat tawaran bekerja di Kota Batam.


2. Jakarta

Jika banyak orang yang muak dengan hiruk-pikuk dan kemacetan di Jakarta, maka saya adalah sebaliknya. Jakarta adalah kota kenangan. Kota dimana masa-masa tumbuh sebagai remaja terlewati dengan baik dan indah di sana. Maka setiap kali menginjakkan kaki di Jakarta, saya selalu menatapnya dengan penuh kerinduan. Ada wajah-wajah sahabat yang sangat menyayangi saya. Ada wajah saudara-saudara yang mencintai saya, dan wajah-wajah penduduk Jakarta yang stylish dan rapi-rapi yang dulu saya terkadang iri melihat mereka karena saya masih remaja sementara mereka sudah bekerja. 😂

Ya, saya menghabiskan waktu SMA selama 3 tahun di Jakarta. Di sebuah sekolah swasta di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sekolah dimana tempat saya ditempa untuk belajar berorganisasi dan menjadi aktivis siswa yang aktif di bidang sosial serta keagamaan.


3. Bandung

Saya tinggal di Bandung selepas lulus SMA. Niatnya mencari kerja dan tinggal sekitar 1 bulan lebih di rumah kakak di kawasan Jalan Muhammad Toha. Saya menyukai Bandung, sebagaimana menyukai tinggal di Garut dan juga Jakarta. Di lingkungan rumah kakak, meskipun di perkotaan, sesama tetangga dan se-RT atau se-RW tetap saling mengenal dan saling sapa. Membuat saya merasa diterima di sana meskipun termasuk warga baru.


4. Bogor

Saya tinggal di Bogor tidak terlalu lama, hanya sekitar 1 bulan juga. Tinggal di rumah Uwa (Kakak dari Ayah) di kawasan Parung. Di sana masih dikenal dengan hasil buah-buahan dan hasil kebun seperti petai, jengkol, rambutan, manggis, duku yang semuanya melimpah ruah. Sebagai remaja yang suka makan buah-buahan, rumah uwa ini menjadi tempat favorit saya setiap libur sekolah.

Mungkin karena doa sewaktu kecil ya, uniknya saya pun berjodoh dengan orang Bogor. Dan setiap dua atau tiga tahun sekali, keluarga kecil saya pulang kampung ke sana untuk bersilaturahim dengan keluarga besar suami. Setiap mau kembali meninggalkan Bogor, duuh rasanya enggan. Saya betah dan bahkan ingin tinggal di sana. 


5. Batam

Jembatan Barelang Batam

Inilah kota yang kini saya tinggali sekarang. Kota tempat dimana saya bernaung dan mencari nafkah. Dari semenjak pertama kali datang ke Batam tahun 1999, perkembangan Batam sangatlah pesat. Dulu bahkan laju pertumbuhan ekonominya tertinggi se-Indonesia. Namun kini sudah tidak lagi. Tahun lalu hingga tahun ini, laju pertumbuhan ekonomi di Batam dan Kepri merupakan yang terburuk se-Indonesia. Akibatnya, banyak perusahaan gulung tikar, ada juga yang pindah lokasi ke Vietnam dan China. 

Semoga saja keterpurukan ekonomi di Batam segera pulih. Beberapa sektor semoga bangkit kembali. 

Ohya kalau  teman-teman berkunjung ke Batam, jangan lupa mampir ke Jembatan Barelang ya.  Jembatan ini merupakan salah satu landmark Batam yang kerap dikunjungi oleh wisawatan yang datang.

Baca juga tulisan sebelumnya tentang 5 Blogger Favorit yang Menginspirasi Saya.


Comments