Barang yang Dikoleksi di Rumah


Saya dan suami bukan tipe orang yang suka terhadap suatu benda atau barang lalu mengoleksinya banyak-banyak untuk tujuan tertentu. Prinsip saja, jika membeli satu barang harus selalu memikirkan fungsi utamanya untuk apa. Jika tidak urgent banget, kalau bisa malah tidak dibeli. Karena dengan begitu justru malah lebih baik agar kami bisa punya tabungan meskipun kecil-kecil dan tak seberapa. 


Tidak ada barang yang sama jenisnya persis di rumah yang jumlahnya banyak kecuali buku. Karena sejak kecil hobby saya baca buku, maka hingga saat ini buku di rumah sudah menggunung melebihi lemari pakaian. Ada lebih dari seribu buku yang bahkan saya sendiri bingung menyimpannya. Mau saya sumbangin juga belum sempat dan belum menemukan siapa penerimanya.

Buku-buku yang saya koleksi sangat beragam baik fiksi maupun non fiksi. Untuk non fiksi, saya menyukai buku-buku bertema keagamaan seperti buku-buku fiqih, tasawuf, akhlak, siroh nabawi dan kisah-kisah kejayaan Islam. Ada juga buku-buku tema parenting seperti yang ditulis oleh Ustaz Muhamad Fauzil Adhim. Selain itu karena basic pendidikan saya di ekonomi, maka saya masih menyimpan buku-buku bertema ekonomi seperti ekonomi makro dan cara membuat laporan keuangan, seluk beluk tentang bank dan sejenisnya. 

Selain buku-buku yang bertema serius seperti di atas, sesuai hobby lainnya yaitu jalan-jalan dan bertualang, saya mengoleksi buku-buku bertema traveling dan pendakian gunung. Baik mengenai tips dan trik selama dalam perjalanan maupun pendakian, cerita perjalanan ke sebuah wilayah hingga tulisan-tulisan para traveler yang menemukan cinta saat melakukan traveling.

Adapun untuk buku-buku fiksi, saya menyukai novel-novel dengan genre romance dan petualangan. Awal mengoleksi novel pun diakrenakan banyak bergaul dengan teman-teman penulis novel. Lalu karena tertarik ingin membacanya, saya pun banyak membeli novel-novel dari penulis yang orangnya saya kenal. Tentu saja senang membaca karya teman. Paling tidak selalu pamer di depan anak dan suami saya, "Eh, tahu nggak kalau yang nulis buku ini uh teman Bunda?" Hehe.

Jaket dan rompi Ultralight yang kami pakai

Selain buku, ada satu lagi barang yang dsebenarnya bukan koleksi sih, tapi karena banyak ya sudah sebut saja kami mengoleksinya. Barang tersebut adalah jaket gunung jenis Ultralight (UL). Ini karena suami sering kali membelikan kami jaket tatkala akan mendaki gunung. Padahal jaket UL yang lama saja belum jelek dan masih muat di badan. Namun tetap saja ia rajin membelikannya. Biasanya ia beli tak sengaja. Mungkin saat lewat di satu toko dan lihat ada jaket bagus, maka ia pun langsung saja menawarnya.

Jaketnya seperti ini. Dan masih banyak lagi yang belum terfoto 😁

Sudah ada sekitar 10 jaket UL untuk kami bertiga termasuk rompi dengan bahan dan material sejenis. 

Ini Chila pakai jaket dan rompi Ultralight (UL) saat mendaki Gunung Prau

Comments

Bocah Udik said…
Kak Lin... Alfie mau dong buku novelnya kalau ada. Kalau bisa, buku yang bisa buat mewek. Hehehe
riawani elyta said…
temen saya bilang jaket UL itu ulat bulu 😄
Hehe sama teh, buku aku paling suka koleksi dan simpan dirumah, bahkan aq belikan lemari khusus buku
kita sehobi untuk mengoleksi buku ternyata,
sejarah2 Islam, dan sirah nabawiyah ada juga di lemari rumah..
myHome said…
Ternyata selain pencinta alam, pecinta buku juga teh lina...
menix news said…
Teh.... boleh dunk kita tukaran pinjam novelnya.... Aku da gak punya koleksi novel baru, hahahaha, kebanyakan baca via online.... sesekali pengin baca seperti gaya zaman old, pegang buku sambil santai dan ngeteh... Ada koleksi apa aja teh, boleh japrilah...
Keren jaketnya teh, aku gak punya jaket model itu hahaha... Selalu penasaran deh bagaimana nyamannya pakai itu diatas gunung. Kece koleksinya
Ira sandae said…
Teh...suka baca novel juga ya teh. Ira boleh gak pnjam
ternyata teh lina mmg hoby mndaki gunung
terbukti sama jaketnya...
bagus...
Tosss sebagai pengoleksi buku n novel. Oh ya Novel Kak lina masih ada amaku sebiji lho. haha