5 Restoran Sea Food Favorit Saya di Kota Batam

Sebagai kota kepulauan dengan wilayah perairan yang lebih luas dibanding daratan, Batam merupakan surga bagi para pecinta sea food. Bagaimana tidak, puluhan bahkan mungkin ratusan restoran sea food tersebar di seluruh penjuru Pulau Batam dan pulau-pulau di sekitarnya. Menawarkan berbagai hidangan dengan cita rasa khas yang jarang ditemui di kota lainnya.


Umumnya, restoran-restoran sea food di Batam terletak di tepi laut sehingga menawarkan panorama yang spesial karena langsung menghadap laut dan pulau-pulau di sebrangnya. Ada banyak restoran sea food yang pernah saya sambangi sebenarnya. Namun di sini hanya ingin mengulas 5 restoran sea food yang paling saya sukai.


1. Restoran Aneka Selera Jembatan Barelang


Pertama kali makan di restoran sea food Aneka Selera ini saat pembubaran panitia Family Day di perusahaan tempat saya bekerja. Lokasi restoran berada di sisi sebelah kanan Jembatan IV Barelang. Tepatnya di tepi laut dengan pemandangan pulau-pulau kecil di sebrang. Dinding restoran terbuka tanpa penghalang sehingga kita bisa langsung menikmati semilir angin laut yang menerpa. 

Semenjak itu, saya kerap kali diajak dan mengajak teman atau keluarga untuk makan di restoran ini. Harganya yang cenderung lebih murah serta masakannya yang enak membuat restoran ini ramai terus dikunjungi warga Batam. Meskipun jarak dari Batam ke restoran ini cukup jauh.
Restoran Aneka Selera menyajikan berbagai hidangan sea food yang sangat menggugah selera. Berbagai olahan ikan, kepiting, udang, cumi-cumi, sotong, lobster, kapis, kerang, gonggong dan makhluk laut lainnya.


Proses memesan masakannya dengan cara kita memilih terlebih dahulu ikan atau hewan laut yang masih hidup yang terdapat di dalam keramba. Setelah itu petugas restoran akan langsung mengambilkan dan menimbang ikan yang kita pilih. Kita tinggal duduk menunggu hasil olahannya. Kurang lebih 15 - 30 menit masakan sudah siap disajikan.


2. Restoran Golden Prawn Bengkong


Alhamdulillah tiap kali makan di Restoran Golden Prawn ini saya gratis terus. Belum pernah bayar sendiri. Hehe. Emang rejeki emak-emak solehah kali ya makan di restoran mahal tapi gratis. Namanya rejeki ya, nggak selalu dalam bentuk uang. Traktiran juga termsuk rejeki.

Di Restoran Golden Prawn, berbagai hewan laut yang akan dimasak diletakan di ruangan dekat pintu masuk. Makhluk-makhluk lucu itu disimpan dalam bak-bak yang disemen dan juga aquarium besar yang berfungki sebagai kolam penampungan sebelum dijadikan santapan.  

Restoran ini memang sangat nge-hits terutama di kalangan masyarakat menengah ke atas. Para pejabat atau pimpinan perusahaan yang sedang kedatangan tamu dari luar Batam, biasa mengajak tamunya ke restoran ini. Restorannya rapi, bersih, masakannya pun lezat-lezat.

 



3. Restoran Kampung Tua Tanjung Piayu
 



Memasuki Kampung Tua Tanjung Piayu, kita akan disambut dengan gapura khas Melayu berwarna kuning. Tak jauh selepas gapura kita bisa melihat ke bawah jalan tepatnya di sebelah kiri berjejer beberapa restoran apung milik warga.

Di restoran Kampung Tua yang terletak di tepi laut, kita bisa melihat-lihat isi keramba untuk memilih ikan dan makhluk laut lainnya yang akan menjadi santapan. Makanan segar yang dimasak langsung sesaat setelah ditangkap dari dalam laut.

Saya biasa memesan menu kesukaan yaitu gonggong. Sejenis siput laut yang hanya hidup di wilayah perairan Kepri. Jadi buat teman-teman yang berkunjung ke Batam dan wilayah Provinsi Kepri lainnya menu wajib kuliner Kepri adalah mencicipi gonggong ini. Rasanya gurih dan teksturnya kenyal. Awal-awal mencoba mungkin geli bahkan jijik, namun jika sudah mencobanya dijamin ketagihan.

Isi keramba bermacam-macam. Ada kerang, kapis, sotong, udang, kepiting, rajungan, bahkan penyu juga ada. Mungkin penyu ini hanya sebagai peliharaan. Semoga tidak untuk dimakan. Selain itu ada juga berbagai jenis ikan termasuk ikan kerapu yang besar-besar hampir seukuran badan Chila. 


 
4. Restoran Live Sea Food D'Steam



Salah satu restoran yang menawarkan konsep hidangan sea food segar adalah D’Steam Peranakan Live Seafood Resto. Sebuah restoran sea food yang dibuka pada tanggal 23 September 2017 ini bertempat di Komplek Kampung Seraya Blok II No. 2 atau tepat berada di belakang Hotel Seruni dan belakang Rumah Sakit Harapan Bunda.

Ada beragam pilihan menu yang dapat dipesan di D’Steam Resto ini. Untuk hidangan stim saja, diantaranya ada Stim Hepo, Stim Kepiting, Stim Kijing, Stim Kerang Kipas (Kapis), Stim Rajungan, Stim Udang, Stim Otak-Otak, Stim Gonggong, Stim Telur, Stim Jamur Shitake, Stim Sayuran, dan masih banyak lagi. Semua itu bisa distim langsung di meja para tamu.

Sedangkan menu seafood selain stim terdapat Kepiting Kari Soun, Kepiting Telur Asin, Udang kari Soun, Udang Nestum, Udang Telur Asin, dan yang paling saya sukai adalah Sup Ikan Pedas Peranakan. Saat menyesap kuahnya, ada rasa-rasa asam yang segar yang jika menyentuh lidah saja sudah membuat mata melek.


5. Restoran Kopak Jaya Tiangwangkang
 


Restoran sea food yang terakhir saya kunjungi adalah Restoran Sea Food Kopak Jaya 007 yang terletak di Kampung Tua Tiangwangkang, Barelang, Batam. Kesan pertama yang menarik pandangan mata pada restoran ini adalah ketika melangkahkan kaki di jembatan menuju ruang utama restoran. Di kanan-kiri terdapat cangkang kerang mutiara yang di Batam disebut kapis yang digantung dan dicat warna-warni. Saat angin berhembus kencang, cangkang-cangkang tersebut bertabrakan dan mengeluarkan bunyi-bunyian khas berirama seperti simfoni.

Sewaktu saya makan di resto ini, saya memesan nasi plus lauk rajungan telur asin, baby kailan tumis bawang putih, udang mentega, serta minumnya air kelapa. Karena dimasak saat itu juga maka hidangan dihantar satu per satu. Untuk rajungan telur asin, rasanya emang juara. Chila saja yang kurang begitu suka jadi ketagihan minta nambah berkali-kali. Jadi untuk porsi rajungan, ludes tinggal sisa cangkangnya yang keras. Seandainya cangkang itu tidak keras, sepertinya ludes juga disantap oleh saya.😂 


Untuk udang mentega, ya sama saja sih rasanya seperti di restoran sea food lainnya. Biasa aja enaknya. Bagi saya, makan udang tanpa dicampur apa pun sudah enak. Apalagi dicampur ini itu. Jadi ya sudah biasa udang mah enak selalu. Lalu bagaimana dengan rasa baby kailan? Mmm...agak kurang garam. Ini tergantung selera sih sebenarnya. Saya dan suami kan penyuka asin jadi kalau makanan kemanisan dikit atau kekurangan garam dikit langsung berasa di lidah.



Comments

koko nata said…
Restoran kayak gini nih yang kasih kepuasan makan sea food. Bahan bakunya cenderung segar, porsinya juga besar. Tinggal siapkan perut dan uangnya aja
Ahmad Lamuna said…
Ini Seafood. yang biasa saya tahu ada restoran ikan darat. Langsung tangkap langsung makan
Milda Ini said…
samaah yah kayak di Bengkulu, sajiannya masih segar dan enak meski hanya dengan rempah seadanya, apalagi juga bisa langsung menikmati alamnya, duh makin asik
Rafif Amir said…
Menunya bikin ngiler. Tapi...
Ilham Sadli said…
bagus sih... cuma aku gak suka seafood :D alergi
Dahlia Siregar said…
Mbak aku kok jadi gagal fokus dgn menu gonggong itu ya? Hihihi..
Anyway, aku penyuka seafood jg. Cuma kadang selera gak berbanding lurus dengan isi dompet.