5 Blogger Favorit yang Menginspirasi Saya


Dari ratusan blog yang pernah saya baca, ada beberapa blog yang termasuk ke dalam kategori favorit dan juara di hati. Bahkan saya rela menghabiskan waktu berjam-jam, stuck di sana hanya untuk menelusuri artikel atau blog post yang belum saya baca. Terkadang meninggalkan jejak komen di sana, terkadang hanya menjadi silent reader

Yang paling sering tersangkut di sana dan susah pergi adalah saat berkunjung ke blog milik Agustinus Wibowo. Kontennya yang dalam, humanis dan penuh petualangan membuat saya sering berlama-lama menelusuri tiap blog post-nya. Blogger lainnya ada Harinda Bama seorang Travel blogger.  Kemudian Olenka Priyadarsana, Riawani Elyta dan Leyla Hana. Perempuan-perempuan yang punya talenta khususnya di bidang jurnalis dan kepenulisan. Seperti apa mereka? Yuk simak sedikit ulasan dan alasan kenapa saya menobatkan mereka sebagai 5 Blogger Favorit Versi Saya!


1. Agustinus Wibowo


Blog www.agustinuswibowo.com adalah blog yang selalu saya tunggu-tunggu postingannya. Kadang Agustinus tidak sering-sering update blog sehingga saat berkunjung ke blognya, postingan terakhir masih postingan yang pernah saya baca. Meskipun demikian, saya suka mengulang, membaca kembali tulisan-tulisannya. Tidak pernah bosan karena cara penyampaiannya yang runut, mengalir dan gaya penceritaannya yang enak untuk dibaca.

Saya mengenal tulisan-tulisannya pertama kali dari harian kompas dimana saya berlangganan. Dan tulisan Agustinus ini tayang seminggu sekali saja. Menceritakan perjalanan memasuki negara-negara berakhiran -stan. Seperti Afganistan, Pakistan, Turkmenistan, Uzbekistan, Kazakstan, dan banyak lagi.

Dari halaman profile blog Agustinus, saya mendapat gambaran cukup jelas siapa dia sebenarnya. Ia seorang penulis dan fotografer perjalanan Indonesia. Basic pendidikannya sebagai seorang sarjana ilmu komputer di Universitas Tsinghua Beijing. Tahun 2005 Agustinus memulai petualangan perjalanan darat keliling Asia, berangkat dari China melintasi negara-negara Asia Selatan dan Asia Tengah, hingga menetap sebagai jurnalis foto di Afghanistan selama tiga tahun.

Catatan perjalanannya menjadi pionir dalam penulisan narasi perjalanan dengan gaya nonfiksi kreatif di Indonesia. Kedalaman tulisan Agustinus sangat dipengaruhi kemampuannya berkomunikasi dengan penduduk setempat, dan itu ditunjang oleh kecintaannya terhadap bahasa. Agustinus menguasai bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin; juga pernah mempelajari bahasa Rusia, Jepang, Jerman, Prancis di bangku sekolah; dan secara otodidak mempelajari banyak bahasa di antaranya Urdu, Farsi, Tajik, Kirgiz, Kazakh, Uzbek, Mongol, Turki, dan Tok Pisin.

Buku pertamanya adalah Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan (2010), disusul dengan Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah (2011). Buku ketiganya, Titik Nol: Sebuah Makna Perjalanan (2013) adalah sebuah catatan perjalanan dengan gaya penulisan yang orisinal dipadukan dengan memoar, telah diterbitkan dalam versi bahasa Inggris sebagai Ground Zero: When the Journey Takes You Home (2015). Dan senangnya, saya punya ketiga bukunya ini. Tinggal menunggu ketemuan dan minta tanda tangan saja. 😁


2. Harinda Bama



Ketika membuka blognya di harindabama.com kita akan dibuat terpesona dan berdeacak kagum dengan galery foto yang disajikan di halaman pertama. What an Amazing World begitulah yang saya rasakan saat berselancar ke blog Bama ini. Sesuai dengan tagline blognya yang memang menampilkan potret dunia yaitu "Amazing. Seeing, Feeling and Exploring Places and Cultures of the world.

Entah sejak kapan saya mengenal blog ini, karena diam-diam tiap kali berkunjung dengan meninggalkan komen atau tidak, saya langsung jatuh hati dengan gaya tuturnya. Sering juga berkunjung sengaja ke sana namun belum ada postingan terbaru. Namun akhir-akhir ini sudah lama tidak blog walking ke sana, dan saya makin terpukau dengan isi blognya yang semakin kaya warna.

Pada tanggal 1 Januari 2011, Harinda Bama menetapkan resolusi 10 tahun, yaitu akan mengunjungi 30 negara pada tahun 2020. Untuk membuat resolusinya mudah diingat, ia menyebutnya dengan "302020" (tiga puluh dua puluh dua puluh) yang maknanya tiga puluh negara pada tahun 2020. Semoga tercapai ya Bama, sukses dengan resolusinya.


3. Olenka Priyadarsani



Olen begitulah panggilan ibu dari Oliq dan Ola ini. Namun di jejaring facebook, teman-teman blogger memanggilnya dengan sebutan Simbok. Dan saya pun suka ikut-ikutan memanggil demikian. Mungkin karena di dalam tulisan blognya dia pun selalu membahasakan dirinya sebagai Simbok.

Bersama suaminya, Olen mengelola blog bergenre Travel yang dinamai mereka dengan backpackology.meBlog tesebut berisikan cerita tentang tujuan wisata, kuliner, resep masakan, review akomodasi, review kamera, tips dan triks yang umumnya tidak jauh-jauh dari dunia traveling. 

Saya menyukai Simbok terutama tulisan-tulisannya karena selalu saja membuat saya makin bersemangat untuk menjelajah berbagai negara. Membaca tulisannya kadang juga sering membuat pembacanya tertawa, tersenyum dan bahagia. Ini tak lepas dari gaya tulisannya yang cenderung kocak, ceplas-ceplos namun bernas dan bikin ngakak.


4. Riawani Elyta

Pertama kali saya mengenal Riawani Elyta dari grup para penulis di facebook. Blognya yang diberi nama sesuai namanya yakni www.riawanielyta.com menjadi bukti dan saksi prestasi-prestasi yang ia torehkan khususnya di dalam bidang kepenulisan. Selain wajahnya yang cantik mirip Nia Ramadani, ia juga dikenal oleh teman-teman blogger dan penulis sebagai seorang yang humble dan baik hati.

Sebagai penikmat novel-novel bergenre romantis, ia pun beberapa kali menuliskan novel bergenre serupa. Beberapa buku diantaranya saya pun sudah punya. Sebut saja Tarapuccino,  Hati Memilih, Ping!, Dear Bodyguard, The Coffee Memory dan Jasmine Cinta yang Menyembuhkan Luka. Eh lumayan banyak jugalah novel yang saya punya. yeah.

Novel-novel lainnya yang saya tahu ada Izmi & Lila, Persona Non Grata, Yang Kedua, First Time in Beijing, dan masih banyak lagi. Ia juga menulis buku-buku nonfiksi seperti Kitab Sakti Remadja Oenggoel, Sayap-Sayap Sakinah, Sayap-sayap Mawaddah, Sayap-sayap Rahmah dan  I Will Survive. Buku-buku ini ditulis duet dengan sahabat-sahabatnya.

Salut dengan ibu yang satu ini, karena memotivasi saya untuk terus produktif dikala sibuk bekerja dan mengurus rumah tangga.


5. Leyla Hana



Blogger yang satu ini merupakan blogger juara. Sejak pertama kali mengenalnya, Leyla Hana sudah sering memenangkan lomba blog. Hampir setiap lomba blog yang dia ikuti sering sekali menjadi juaranya. Dan hal ini senantiasa memotivasi saya untuk berani ikut-ikutan lomba blog meskipun seringnya tidak menang. Hehe.

Selain blogger, ia juga seorang penulis novel, editor dan mentor kepenulisan. Ia sudah menerbitkan puluhan buku Solo. Yang terbaru adalah nonfiksi pernikahan berjudul "Suami dan Istri yang Dirindukan Surga." Beberapa tulisan mengenai menulis, bisa dibaca pada label Buku Baru, Tips Nulis, dan Motivasi Menulis di blog www.leylahana.com yang tema blognya mengulas tentang Hobby, Lifestyle, dan Entertainment. Selain blog pribadinya ia juga mengelola blog lainnya seperti blog BE A WRITER, Catatan Hati Ibu Bahagiadan Hobi Baca.


Nah dari kelima blogger di atas apakah teman-teman sudah mengenalnya? Yuk dibuka blog mereka satu persatu!


Comments