5 Tips Menjaga Kesehatan di Usia Menjelang 40 tahun


Kesehatan adalah salah satu bentuk rejeki yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Karena kesehatan merupakan modal utama bagi seseorang untuk mengisi hari-hari aktifnya dengan beragam kegiatan. Kesehatan adalah investasi sekarang dan masa depan. Yang akan mengantarkan manusia meraih kesuksesan dan cita-cita yang diinginkan. Karenanya ia dapat melakukan berbagai aktifitas dengan tenang tanpa dibebani oleh rasa sakit atau penyakit.


Pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Maka salah satu bentuk mencegah supaya penyakit tidak datang adalah dengan menjaga kesehatan itu sendiri. Dengan melakukan pencegahan sedari awal, tentu penyakit tidak akan datang dan pengobatan pun tidak lagi diperlukan.



Menakar Usia Manusia

Pagi itu sayup terdengar sebuah pengumuman dari pengeras suara di masjid perumahan. Saya dan suami menajamkan pendengaran. Suara tenang seorang pria lantang menyuarakan sebuah pengumumkan bahwa di blok belakang rumah kami, Pak RT telah meninggal dunia. Innalillahi Wainnailaihi rooji'un. Padahal baru beberapa hari sebelumnya, tetangga yang hanya terhalang beberapa rumah saja dari Pak RT, juga meninggal dunia. Lalu, pemilik warung di blok belakang yang biasa saya singgahi untuk berbelanja pun belum lama meninggal dunia. Yang kami cermati dari semua tetangga yang meninggal ini, semuanya masih dalam rentang usia 30 - 40 tahun.


Siapalah dapat menebak dan dapat menakar usia manusia? Padahal mereka masih muda-muda. Usianya tidak lebih dari 40 tahun. Mereka meninggal muda bukan karena kecelakan atau disantet orang, namun karena sakit yang menggerogoti. Sakit yang bermasalah pada jantung, otak, dan pencernaan. Sementara sakitnya yang dijalaninya pun bukan sakit kronis. hanya beberapa minggu bahkan beberapa hari saja sakit, lalu meninggal.


Menyadari betapa banyaknya tetangga di sekitar tempat tinggal kami yang meninggal di usia muda dikarenakan sakit, saya dan suami lantas berdiskusi. Mencoba mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi. Usia memang hak prerogatif Yang Maha Kuasa, namun kita sebagai manusia tentu harus tetap berusaha menjaga kesehatan dan mencegah agar penyakit tidak pernah datang ke dalam kehidupan kita. Tidak terbayang betapa sedih dan susahnya anak-anak kecil yang ditinggal orang tuanya meninggal. Semoga saja Allah SWT senantiasa memberi keberkahan dan kemudahan menjalani kehidupan kepada anak-anak malang ini. Saya jadi teringat anak kami semata wayang, bagaimana kalau kami kelak sudah tidak ada? Siapalah yang akan menjaganya? Teringat itu, air mata perlahan menganak sungai.


Semenjak saat itu, saya dan suami tidak mengulur-ulur waktu lagi seperti sebelum-sebelumnya. Dimana niat menjaga pola makan dan olahraga teratur hanyalah ucapan di bibir saja. Tanpa eksekusi tanpa realisasi. Maka, kami mulai perlahan aktif memperbaiki diri. Terutama dalam hal menjaga pola makan dan berolahraga. Karena kami sadar dengan semakin bertambahnya usia, maka resiko terkena serangan penyakit pun akan semakin besar.


Maka, saya dan suami pun mulai melakukan beberapa hal baik, yang mengubah pola hidup kami menjadi lebih sehat. Beberapa hal yang saya dan suami lakukan dalam upaya menjaga kesehatan diantaranya adalah:


1. Rajin Berolahraga

Sudah beberapa tahun terakhir ini saya rajin bersepeda. Setidaknya seminggu sekali. Biasanya jarak yang saya tempuh antara 10 hingga 35 kilometer setiap Sabtu atau Minggu pagi. Bersepeda hanya sekitar Pulau Batam saja. Namun sesekali menyebrang ke pulau lain untuk touring seperti ke Pulau Bintan dan Pulau Lingga. Sedangkan suami rutin badminton dan bermain bola volley.


2. Mengubah Pola Makan dengan Mengkonsumsi Lebih Banyak Sayur dan Buah

Suatu waktu, anak saya terkena batuk pilek. Karena sudah seminggu tak kunjung reda, saya dan suami jadi khawatir dan memutuskan membawanya ke dokter. Dokter hanya memberi obat pereda batuk saja, sedangkan untuk pileknya, ia menasihati agar kami memberinya makan buah. Buah-buahan yang mengandung vitamin C.

Mendengar nasihat dokter tersebut, saya baru sadar ternyata mengkonsumsi buah sangat bagus untuk mencegah datangnya suatu penyakit. Maka, selain membeli buah untuk anak, saya pun mantap berniat untuk melakukan pola hidup sehat dengan banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.


3. Bangun Pagi Lebih Awal



Saya yang sering begadang dan tidur larut karena deadline menulis atau karena nonton ceramah Ustad Abdul Somad dan Ustad Khalid Basalamah di Youtube, sudah mulai mengurangi tidur lewat dari jam 12 malam. Walau sesekali bandel bablas sampai jam satu. Selain takut karena begadang sangat rentan terhadap penyakit, akhir-akhir ini memang ngantukan terus. Bahkan sebelum jam 10 malam saja, sudah ngantuk berat. Terlebih Chila sudah mulai minta didongengkan buku Lima Sekawannya Enid Blyton menjelang tidurnya. Yang mana jika saya duduk di sampingnya malah saya yang ngantuk duluan. Hehe. Alhamdulillah dengan tidur awal, maka bangun tidur juga ajadi lebih awal.


Dan bangun lebih pagi, ternyata sangat bermanfa'at bagi kondisi tubuh saya. Terasa semakin fresh dan fikiran jernih.


4. Berpuasa Senin Kamis

Duh poin yang ini semoga tidak menjadi riya dan buruk sangka bagi yang membacanya. Ini baru niat saja sebenarnya. Karena saya percaya dengan rajin puasa Senin Kamis, beragam penyakit terutama yang berasal dari pencernaan dapat dicegah atau setidaknya dikurangi. Ingat dengan Pak BJ. Habibie mantan presiden Indonesia kan? Tips sehat dari beliau ternyata dengan rajin melakukan puasa Senin Kamis.


5. Mengkonsumsi Air Lemon Hangat dan Madu



Sudah beberapa bulan ini, saya rajin mengkonsumsi air lemon hangat dicampur madu setiap pagi. Dari semua hal rutin yang saya lakukan, mungkin minuman madu lemon ini yang paling konsisten saya lakukan. 


Menyadari bahwa lemon dan madu banyak mengandung manfa'at bagi kesehatan tubuh, maka kalau ke warung, saya biasanya menyempatkan diri untuk membeli lemon. Di warung dan di pasara Sagulung harganya sama Rp 7.000 satu buah ukuran sedang. Padahal di hipermart yang sudah tutup, harganya Rp 5.000.


Cara buatnya lemon saya iris tipis, lalu dicampur air panas dan dibuat stok di gelas atau mug yang ada tutupnya dan disimpan di kulkas untuk 3 atau 4 hari ke depan. Bahkan 1 butir bisa untuk 1 minggu. Karena rasa asam dan kecutnya kebangetan, maka saya campur madu. Tidak dicampur gula karena kami juga mengurangi konsumsi gula berlebih. Alhamdulillah sejak rajin minum madu lemon, flu, batuk dan pilek yang sering saya alami tidak hinggap lagi.


**

Begitulah beberapa hal yang kami lakukan ntuk menjaga kesehatan di usia menjelang 40 tahun ini. Manusia hanya berusaha, Allah SWT sajalah yang menentukan seberapa lama usia kita di dunia. Ikhtiar adalah keharusan, dan biarlah Yang Maha Tahu yang menentukan hasil ikhtiarnya.


Kalau teman-teman, apa usaha yang dilakukan untuk menjaga kesehatan? Share yuk di kolom komentar!

Comments

Semua poin aku juga pengen memperbaiki ni mbak. Terutama yang puasa senin kamis nya tuh. Masih bolon bolong kurang konsistenya ni
Mudah ya untuk menjadi sehat...
1. Olahraga.
2. Makan sayur buah.
3. Bangun pagi
4. Puasa
5. Minum lemon hangat dan madu.

bocahudik said…
Baru tau kak. Ternyata puasa senin kamis dan bangun tidur lebih awal di pagi hari, bisa menjaga kesehatan.

Harus dilatih dari sekarang nih. Soalnya biar ga terkejut saat usia jelang 40 tahun
bocahudik said…
Baru tau kak. Ternyata puasa senin kamis dan bangun tidur lebih awal di pagi hari, bisa menjaga kesehatan.

Harus dilatih dari sekarang nih. Soalnya biar ga terkejut saat usia jelang 40 tahun
Wah... Tips yang berguna sekali.... Kayanya mau coba puasa juga deh biar sehat
danan wahyu said…
lemon dan madu ini ngaruh banget ya , aku mungkin sudah hampir setahun ini dan nggak pernah kena flu. yang susah dari semua ini olahraga tehhhhhh
Desy Oktafia said…
Olahraga emang penting ya, teh.
berapapun usianya.
walau banyak manfaatnya tapi kenapa masih malas mengerjakannya ya teh.
hahahaha