Drama Queen di Hari Ulang Tahun si Ayah



Tepat tanggal 5 Juli 2018 yang lalu, Ayah Chila ulang tahun. Seperti biasa tidak ada perayaan apa pun pada hari-hari ulang tahun kami.



Dua hari sebelum tanggal 5 Juli, Chila sudah menandai kalender dan bertanya kepada saya apa yang harus dia berikan kepada ayahnya. Dengan nada sedih Chila berkata bahwa ia tidak punya uang untuk membeli kado ulang tahun ayahnya. 

“Bund hadiah apa ya yang Chila kasih sama Ayah, Chila kan nggak punya uang?” Saya terenyuh. Antara sedih dan bahagia mendengar Chila sudah punya niat baik memberikan hadiah kepada ayahnya.

"Ayah dan Bunda itu nggak perlu dikasih benda-benda atau hadiah-hadiah ulang tahun Nak. Nggak usah. Uang Kakak tabung saja, nggak perlu dibelikan hadiah atau kado." Jawab saya. 

"Tapi Chila pengen ngasih kado sama ayah!" Timpanya dengan wajah sedih.

"Bunda punya usul, gimana kalau Kakak buat ucapan selamat ulang tahun untuk ayah di sebuah kertas yang kakak buat seperti kartu gitu. Ayah pasti senang. Ayah pasti akan menyimpan kartu ucapan itu baik-baik." Kata saya memberikan ide. Mata Chila membulat dan berbinar. Wajahnya tampak cerah. Ia seperti menemukan jalan keluar yang tepat.

Keesokan harinya sepulang saya bekerja, Chila berbisik, "Bund Chila sudah buat loh kartu ucapan untuk ayah". " Wah, iyakah? Keren." Kata saya.

Tangal 5 Juli ba’da maghrib, ketika saya pulang dari pasar terdekat dari rumah untuk mencari sesuatu untuk kado hari ulang tahun si ayah (namun gagal karena tidak ada yang menarik satu pun), Chila memberikan kartu ucapan kepada ayahnya.

Ayah membaca  kartu ucapan dari Chila dengan suara yang nyaring. Saya menyimaknya. Setelah selesai membaca, ia memeluk dan memuji kartu ucapan dari Chila yang memang kreatif.  Kata-katanya menyentuh khas anak kecil. Saya yang mendengarnya  pun jadi terharu. Sungguh itu kata-katanya sendiri yang ia tuangkan ke dalam kertas.

Isi kartu ucapan dari Chila untuk Ayahnya.

Malamnya si ayah masih sibuk mengurusi hal-hal berkenaan dengan pekerjaan. Dan ia lupa, membiarkan kartu ucapan itu tergeletak di meja dekat televisi. Chila sudah mulai mengawasi. Ia pun berbisik kepada saya kalau ayahnya tidak perduli dengan kartu ucapan itu.

Malam itu Chila ngambek. Lalu pergi tidur. Keesokan paginya ia mendapati kartu itu masih saja di sana. Seketika air matanya tumpah ruah. Dan nangis kencang. Saya memeluknya. Dan membujuknya baik-baik.

"Ayah gak sayang Chila. Kartunya gak disimpan di dompet, ayah gak perduli sama Chila....huhuhu..." Tangisnya makin pecah. Lalu ia berlari ke kasur dan memendamkan kepalanya ke bantal.

"Ayah sayang Chila kok, buktinya ayah belikan Chila buku, mainan, baju, dan banyak lagi." Saya lalu memeluk dan membujuknya.

Ayah Chila yang tak menyangka anak gadisnya akan sesensitif itu tampak menyesal. Ayah Chila mungkin lupa, anaknya ini seorang perasa yang mudah bercucuran air mata. Persis ibunya. 😁 Ia lantas segera mengambil dan menyimpan kartu ucapan dari Chila.

Si ayah pun berusaha membujuk Chila namun tidak berhasil. Kami membiarkan ia dengan kesedihannya beberapa saat. Karena satu jam kemudian Chila sudah baikan dan ceria seperti biasa.

Maafkan ayah kamu itu Nak! Dia memang bukan tipe ayah yang romantis. Namun penuh tanggung jawab. Dia seperti laki-laki pada umumnya. Dan bunda telah lama memahami hal itu. Perbedaan antara kita dan laki-laki memang tentang hal-hal kecil begini. Laki-laki tidak terlalu memikirkan hal-hal begini sementara para perempuan sebaliknya. Sensitif, yang bahkan kerap merajuk dan ngambek karena hal-hal sepele. 
             

Comments

Mas Usman said…
Ya ampuun kreatifnya chila... terlihat dari karya khas anak-anaknya yang tidak bisa dibilang jelek. dari paragraf pertama hingga sebelum sang ayah datang saya cukup terharu membacanya dan saya melihat wujud kepedulian seorang anak perempuan kepada sang ayah seperti chila ini sangat luar biasa, saya salut sekali karena dia sampai ada keinginan untuk membelikan kado buat sang ayah walau ia tidak punya uang.

andai saya punya anak perempuan nanti mungkin ulasan ini bisa jadi salah satu referensi bagi saya untuk menjadi ayah yang bisa memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada seorang anak perempuan, sekecil apapun perhatian anak kepada orangtua itu wajib diperhatikan....
Wah keren sekali kartu buatannya chila.... Kreatif banget ya... Tapi bukan darma queen lah mank pasti sedih kalau dibuat dengan hati tapi ayah lupa save
Sofly and kindness heart Chila... kreatif banget anak ini... ya ampunnnn Chillll udah lama kita ga ketemuannnn yaaa.. terakhir kapan ya? apa yg island hop ke Mencaras liat lumba2 ya Chil? masih ada boneka doraemonnya?? hahaa

Jadi ayah udh simpen kartunya sekarang Chil? God bless you sweet heart.
Arreza Mp said…
kreatif banget ya ... duh jadi pengen banget jumpa sama chilla ... kemarin ada boneka apa aja kak?